Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Ciamis melaksanakan kegiatan sosialisasi bersama para peternak, terutama pengusaha ayam petelur. Sosialisasi itu dalam rangka peningkatan pemahaman dan kesadaran penggunaan antimikrobial yang bijak dan bertanggung jawab untuk pengendalian antimicrobial resistance (AMR).
Sekertaris Disnakan Kabupaten Ciamis, H. Otong, dalam sambutannya mengatakan, kebutuhan konsumsi telor di Kabupaten Ciamis mencapai 30 ton perhari. Angka itu sangat luar biasa. Angka kebutuhan itu mampu ditutupi oleh peternak telor yang mampu memproduksi sekitar 45 ton perhari.
“Akan tetapi, permasalahan di lapangan masih ada peternak ayam yang cenderung mengeluh dengan harga pakan yang mahal. Maka disini kami mencoba mencari solusi bersama mengatasi keluhan tersebut,” terang Otong.
Di daerah lain, menurut Otong, seperti Blitar, memberikan solusi kepada para peternak ayam dengan membuat permentasi pakan yang sehat.
“Maka kami secepatnya akan mengagendakan study banding. Ini sebagai metode pembelajaran langsung bagi para peternak ayam di Kabupaten Ciamis,” katanya.
Selain memberikan solusi mengenai keluhan ternak, lanjut Otong, pihaknya juga memberikan pemahaman mengenai penggunaan antibiotik yang bijaksana. Sehingga menciptakan pangan hewani yang asuh, aman, utuh dan sehat.
“Harus dipahami, bahaya dari penggunaan antibiotik berlebihan kepada hewan akan menimbulkan mikroba atau bakteri di dalam tubuh ayam. Sehingga dapat mengakibatkan ayam tercemar oleh microba. Kemudian juga mencemari terhadap telur ayam, sehingga tidak bisa dikonsumsi,” tuturnya. Otong bersyukur, telur hasil dari peternak Kabupaten Ciamis masih aman dan belum terindikasi oleh bakteri berbahaya. Hal itu lantaran sudah melalui tes laboratorium. Dan hasilnya positif. (Fahmi/Koran HR)