Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Taufan Nugraha, Ketua Pengelola Wana Wisata Mandiri Sayang Kaak, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengatakan tempat wisata Sayang Kaak kini sudah ‘menyumbang’ pendapatan daerah.
“Dalam sebulan kami bisa menjual sekitar 1000 sampai 3000 tiket, per tiketnya itu Rp. 5.000, dari sana kami sudah menyumbangkan pajak untuk pendapatan Ciamis,” kata Taufan di lokasi wisata, Rabu (1/5/2019).
Wana Wisata Mandiri Sayang Kaak bahkan sudah lama jadi tumpuan perekonomian sejumlah warga Handapherang, Ciamis. Sejak dibuka pada tahun 2017 lalu, wana wisata ini mampu menyedot pengunjung dari berbagai daerah. Taufan menyebutkan ada pengunjung dari sekitar Ciamis, bahkan dari luar kota, seperti Tasikmalaya dan Bogor.
Tempat wisata ini kini dikelola oleh BUMDES Hanjuang Handapherang. Rencananya, wana wisata ini akan terus berbenah dan akan terus membuat inovasi baru untuk menarik lebih banyak pengunjung.
“Nantinya, kami akan melengkapi wisata Sayang Kaak ini dengan berbagai wahana baru lagi. Diakui atau tidak keberadaan wisata Sayang Kaak di desa ini mampu meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya.
Ketika HR Online menyambangi wana wisata ini pada Rabu (1/4/2019), banyak pengunjung yang sedang memanfaatkan hari libur May Day untuk ‘botram’ di wana wisata ini.
Revi, salah seorang karyawan di sebuah pabrik di kawasan jalur lingkar selatan mengaku menikmati berbagai wahana yang ada di Sayang Kaak.
“Kalau untuk makan bareng terus foto-foto, Sayang Kaak udah enak banget, dan murah juga tiket masuknya,” katanya.
Sayang Kaak Cocok untuk Tempat ‘Munggahan’
Jika saja Anda lupa, dulu tempat ini dikenal dengan sebutan Grand Sayang Kaak. Tempat wisata yang ada di Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat ini kini bernama Wana Wisata Mandiri Sayang Kaak.
Sejak tahun 2017 tempat wisata ini terus berbenah, hasilnya bisa dilihat sekarang, Sayang Kaak penuh dengan spot foto yang akan memuaskan para pencinta selfie maupun mereka yang hobi foto-foto.
Jika dulu masuknya masih gratis, namun untuk berfoto di spot Foto yang tersedia di Sayang kaak, saat itu Anda perlu membayar tiket. Kini untuk masuk ke Wana Wisata ini, Anda cukup membayar Rp. 5.000,- selanjutnya Anda bisa mengeksplorasi wana wisata ini sepuasnya.
Anda bisa menggunakan sejumlah titik spot foto yang tersedia di Sayang Kaak, mulai dari spot foto payung geulis, hingga sangkar ‘sayang’ burung yang ada di pinggir jurang. Memang wana wisata ini menjual keindahan jurang yang dilatarbelakangi dengan hutan hijau juga pemandangan Sungai Citanduy yang kini sedang dibangun bendungan Leuwikeris.
Kelebihan lainnya dari wana wisata ini, Anda bisa ‘botram’, alias makan bersama keluarga atau sahabat dekat. Tak perlu repot membawa bekal dari rumah jika Anda terburu-buru. Karena di tempat wisata ini sudah tersedia warung dimana Anda bisa memesan nasi liwet lengkap dengan lauk pauknya. Anda bisa memakannya rame-rame di saung atau gazebo yang ada di Wana Wisata ini.
Jika Anda berencana ‘munggahan’ atau piknik sambil ‘botram bersama keluarga atau para sahabat menjelang bulan Ramadan, Wana Wisata Sayang Kaak sangat cocok untuk dikunjungi. (Ndu/R7/HR-Online)