Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Seorang kakek tua yang diketahui bernama Sarun, warga Dusun Jati , RT 01/01, Desa Parigi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran bertahan hidup sebagai pemulung dan jasa angkut sampah perumahan.
Sarun menceritakan, dirinya sejak pagi hingga siang hari selalu berkeliling di sekitar wilayah Parigi untuk mencari barang bekas. Selain itu, ia juga mengangkut sampah yang berada di depan rumah warga menggunakan roda miliknya.
“Kalau roda saya sudah penuh oleh sampah dan barang bekas, kemudian saya pulang untuk memilah sampah tersebut,” jelas pemulung yang berusia 70 tahun ini.
Sementara itu, Sarun mengaku hidup sendiri di gubuk reyot ukuran 4X5 meter selama 5 tahun pasca istrinya meninggal. Adapun gubuk yang didirikan itu berada di tanah orang lain.
Adapun untuk makan sehari-hari, Sarun mengandalkan pemberian orang yang sampahnya diangkut. Mirisnya, terkadang pemilik rumah hanya memberinya Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu. Dari hasil itu, ia belikan nasi dan sayur.
“Walaupun sendiri, saya tetap berusaha agar tetap bertahan di tengah kekurangan. Biasanya saya dapat bantuan beras dari pemerintah, tapi sekarang sudah tiak lagi menerima,” pungkasnya. (Ceng/R6/HR-Online)