Budidaya ikan koi merupakan bisnis yang sangat menggiurkan untuk dilakoni. Hal tersebut diucapkan Momon Sulaiman (21), warga Dusun Ciwalung, Desa Barebeg, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Usia muda tidak menyulutkan hobi Momon untuk membudidayakan ikan asal Jepang ini. Bermodalkan kecintaannya kepada ikan hias koi, dirinya menekuni hingga bisa memijahkan 5 jenis ikan koi di kolam miliknya.
Tidak hanya sendirian, Momon mengaku dibantu orang tuanya, Koyon Ahyar, sama-sama berbisnis dan mengurus ikan hias jenis koi.
“Bapa saya cuma jualan ikan konsumsi di pasar, seperti ikan mujair,” terang Momon.
Momon menceritakan, budidaya ikan koi ini sudah ditekuninya sejak 2 tahun lalu. Awalnya, dia bekerja di koi center atau sorum koi. Setelah melihat dan belajar, lalu dia jatuh cinta kepada ikan hias tersebut.
“Saya memberanikan diri mencoba membudidayakan ikan ini di rumah, dengan membeli indukan seharga Rp. 1 juta,” katanya.
Sampai saat ini, kata Momon, dirinya sudah mempunyai 15 kolam dari hasil menyewa dan membudidayakan 5 jenis. Diantaranya jenis Sanke, Showa, Shiro, Bekko dan Hi utsuri.
“Harganya bervarasi tergantung warna dan besar ikannya,” katanya.
Soal omset, Momon mengaku sudah meraup keuntungan hingga jutaan rupiah. Menurut dia, selalu ada saja pembeli dari luar daerah untuk membeli ikan jenis koi hasil budidaya yang dilakukannya.
“Masih ada sedikit kesulitan, yakni masalah pemasaran. Kedepan, saya berharap ada keterlibatan pemerintah untuk membantu pemasaran ikan ini hasil budidaya masyarakat Ciamis,” katanya. (Fahmi/Koran HR)