Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-Sudah tiga bulan ini, operator KTP-el di kecamatan mengeluhkan gangguan server. Pasalnya, akibat hal itu sejumlah data kependudukan banyak yang hilang (kembali ke semula), sehingga operator harus bekerja ekstra untuk memasukan ulang data-data tersebut.
Operator KTP-el Kecamatan Banjarsari, Yuli Andari, saat dikonfirmasi Koran HR, Senin (14/01/2019), mengatakan, eror pada server data membuat pihaknya terpaksa harus kerja ekstra dalam mengentri ulang data.
“Dengan terjadinya eror pada server membuat data-data kependudukan banyak yang hilang dan kembali ke semula. Seperti halnya data perpindahan penduduk, status dan warga yang sudah meninggal, itu muncul kembali. Kita harus benar-benar menguras tenaga demi suksesnya pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Menurut Yuli, gangguan server sudah terjadi antara Bulan Oktober hingga Desember tahun lalu. Data rekaman, baik itu perubahan status, perpindahan dan kematian, semua kembali lagi ke awal.
“Hal ini tentu menambah beban kinerja kami selaku operator,” terangnya.
Senada dengan itu, Operator KTP-el Kecamatan Pamarican, Reva, mengatakan, untuk menyiasati terjadinya eror pada server, dirinya mengaku hampir setiap hari mengentri ulang data-data yang hilang.
“Ya mau gimana lagi, karena ini sudah pekerjaan dan tanggung jawab operator. Kita terpaksa harus kerja ekstra. Setiap ada waktu senggang kita selalu mengentri ulang data-data yang hilang. Untung kita punya arsipnya” katanya.
Reva menambahkan, karena gangguan server tersebut, pihaknya mengaku ingin menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Alasannya karena pelayanan data kependudukan menjadi terhambat.
“Selain gangguan pada server, pelayanan KTP-el juga sering terkendala karena gangguan provider. Tidak jarang banyak pemohon terpaksa harus kembali dan tidak terlayani lantaran adanya gangguan jaringan,” katanya. (Suherman/Koran-HR)