Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Rabu (05/12/2018) malam, mengakibatkan bencana longsor dan jalan amblas di Dusun Sindangsari, Desa Kalijati, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Dilaporkan, dua rumah milik warga terkena muntahan material longsor dan kantor desa setempat pun terkena imbas banjir akibat saluran air tersumbat jalan amblas.
Dari informasi yang dihimpun HR Online, ketika hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Banjaranyar, Rabu (05/12/2018) sekitar pukul 21.30 WIB, tebing setinggi 7 meter longsor.
Kemudian menghantam dua rumah warga di Desa Kalijaya. Beruntung, longsoran tanah hanya sampai menimbun ruangan dapur rumah.
Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Hanya saja, bangunan dapur warga mengalami kerusakan akibat tertimpa rerentuhan material longsor.
“Ada dua rumah warga yang terkena imbas muntahan longsor. Namun, hanya bagian belakangnya saja yang terkena longsoran tanah. Tadi siang warga yang digerakan oleh pemerintahan desa setempat sudah bergotong royong membersihkan material longsor yang menimpa bangunan dapur warga,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ciamis, Ani Supiani, Kamis (06/12/2018).
Longsor Timpa Dua Rumah Warga Desa Kalijati Ciamis
Sementara itu, selang setengah jam atau sekitar pukul 22.00 WIB setelah longsor yang menimpa dua rumah warga, kembali terjadi jalan amblas di Dusun Sindangsari, Desa Kalijati, Kecamatan Banjaranyar.
Akibatnya, tanah yang tergerus akibat jalan amblas menutupi saluran air yang berada di bawahnya.
“Jadi, saluran air atau selokan yang tertutup longsoran jalan amblas, akhirnya meluap hingga melebur ke jalanan. Kantor desa Kalijaya yang posisinya berdekatan dengan jalan amblas pun terkena banjir dari selokan yang meluap. Kebetulan posisi bangunan kantor desa berada di bawah jalan yang tergenang banjir dari selokan yang meluap,” ujarnya.
Menurut Ani, jalan penghubung di Desa Kalijaya amblas dengan panjang 8 meter dan lebar 6 Meter. Ia mengatakan jalan tersebut perlu segara mendapatkan perbaikan agar tidak membahayakan pengguna jalan.
“Di lokasi bencana tersebut memang rawan longsor dan jalan amblas. Karena posisinya berada di dataran tinggi yang terdapat beberapa bukit,” pungkasnya. (R2/HR-Online)