Minggu, April 6, 2025
BerandaBerita PangandaranAgun: Dana Kelurahan Bukan Kebijakan Dadakan dan Tidak Terkait Politik Pilpres

Agun: Dana Kelurahan Bukan Kebijakan Dadakan dan Tidak Terkait Politik Pilpres

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa, menilai tepat rencana pemerintah yang akan mengalokasikan anggaran untuk dana kelurahan. Pasalnya, mengacu pada kondisi objektif di Dapil-nya (Daerah Pemilihan), yakni Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Pangandaran, sempat terjadi gejolak kecemburuan antara desa dengan kelurahan pasca diimplementasikannya UU no 6 tahun 2014 tentang Desa.

“Seperti diketahui, setelah disyahkannya UU tentang Desa, seluruh pemerintahan desa mendapat kucuran alokasi anggaran untuk pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kondisi itu menimbulkan kecemburaan. Seperti di Kota Banjar, ada kelurahan yang ingin dikembalikan statusnya menjadi desa. Karena masyarakat di kelurahan itu cemburu melihat pesatnya pembangunan di wilayah desa,” ujarnya, kepada HR Online, usai acara peringatan Milangkala Kabupaten Pangandaran ke 6, di Pangandaran, Jawa Barat,  Kamis (25/10/2018).

Untuk mengatasi hal itu, lanjut Agun, sangat tepat sekali apabila pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk menambah anggaran bagi pemerintahan kelurahan. “Apabila kebijakan itu digulirkan, saya yakin akan lebih mensinergikan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di tingkat desa dan kelurahan,” katanya.

Sementara terkait adanya penolakan dari pihak tertentu terhadap kebijakan pemerintah yang akan menggulirkan dana kelurahan, Agun mengatakan, wajar saja dan merupakan hal biasa di alam demokrasi.

“Karena sudah pasti setiap kebijakan populis yang dikeluarkan pemerintah selalu dikaitkan dengan dinamika proses politik Pemilu dan Pilpres 2019. Padahal, program dana kelurahan ini bukan kebijakan dadakan, tetapi sudah direncanakan ketika akan dikeluarkannya anggaran untuk dana desa,” kata mantan Ketua Komisi II DPR RI yang juga sebagai salah satu penggagas UU tentang Desa ini.

Agun yang kini menjabat Anggota Komisi XI DPR RI ini, menjelaskan, sejak dana desa dikucurkan pertama kali pada tahun 2015, sudah diagendakan bahwa pengalokasian anggarannya akan terus ditingkatkan pada setiap tahunnya. Dimulai dari Rp. 60 Triliun pada tahun 2015, alokasi anggaran untuk dana desa terus bertambah dan kini pada tahun 2018 sudah mencapai Rp. 73 Trilun.

“Dulu kami (DPR) bersama pemerintah sudah membahas mengenai perlu digulirkannya dana kelurahan ketika alokasi anggaran dana desa sudah mengalami peningkatan di angka Rp. 1 milyar. Hal itu dilakukan agar pembangunan di kelurahan dan desa tidak terjadi ketimpangan. Jadi, program dana kelurahan yang akan digulirkan tahun 2019, bukan kebijakan dadakan,” terangnya.

Sementara terkait payung hukum program dana kelurahan, kata Agun, sudah diatur dalam UU no 9 tahun 2015 tentang perubahan kedua atas UU no 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Karena pemerintahan Kelurahan adalah bagian dari Struktur Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. Jadi, mekanisme penganggarannya sama seperti dinas atau badan yang ada di lingkungan pemerintah daerah. Dengan begitu, tidak dibutuhkan UU tentang Kelurahan,” katanya.

Menurut Agun, sebelumnya kelurahan dan desa diatur dalam satu undang-undang, yakni UU no 32 tahun 2004. Namun, pada tahun 2014, UU no 32 tahun 2004 dipecah menjadi 3 undang-undang, yakni UU tentang Pemerintahan Daerah, UU tentang Pemerintahan desa dan UU tentang Pemilukada.

“Selain sudah ada undang-undang yang mengatur tentang pemerintah daerah, juga dikuatkan dengan UU tentang Keuangan Negara dan UU Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pusat dan Daerah. Jadi, ketika nanti dana kelurahan dikucurkan, payung hukumnya sudah jelas,” terangnya. (Ntang/R2/HR-Online)

Kaleng Kue Lebaran

Balita di Garut Kepalanya Tersangkut Dalam Kaleng Kue Lebaran, Petugas Damkar Turun Tangan

harapanrakyat.com,- Seorang balita di Garut, Jawa Barat, kepalanya tersangkut ke dalam kaleng kue lebaran, Sabtu (5/4/2025). Balita tersebut menangis kesakitan sehingga orang tuanya harus...
Obyek Wisata Curug Panganten

Remaja Asal Tasik Berenang di Obyek Wisata Curug Panganten Ciamis Berujung Maut

harapanrakyat.com,- Seorang remaja asal Kabupaten Tasikmalaya berenang di obyek wisata Curug Panganten, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berujung maut. Remaja bernama Rifki...
Tersambar Petir Saat Mandi

Seorang Warga di Tasikmalaya Tersambar Petir Saat Mandi

harapanrakyat.com,- Seorang warga di Kampung Cikajar, Kelurahan Leuwibudah, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tersambar petir saat sedang mandi di rumahnya, Sabtu (5/4/2025). Beruntung korban...
Perahu Wisata Terbalik

Laka Laut Perahu Wisata Terbalik di Pantai Pangandaran, Polisi Ungkap Kondisi 9 Penumpang

harapanrakyat.com,- Sebuah perahu wisata terbalik di Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat. Perahu yang mengangkut sembilan wisatawan asal Karawang itu terbalik saat melintas di perairan...
Pelaku Curas

Empat Pelaku Curas terhadap Pria Disabilitas di Sumedang Berhasil Ditangkap

harapanrakyat.com,- Empat pelaku curas (pencurian dengan kekerasan) terhadap seorang pria disabilitas berinisial AK (26) di Sumedang, Jawa Barat, berhasil ditangkap jajaran Satreskrim Polres Sumedang. Uniknya,...
Hari Jadi Desa Jajawar

Mengintip Keseruan Warga Ngubyag Balong Saat Hari Jadi Desa Jajawar Kota Banjar

harapanrakyat.com,- Mengintip keseruan masyarakat saat ngubyag balong atau menangkap ikan bersama-sama di empang dalam merayakan Hari Jadi Desa Jajawar ke-19, di Kecamatan Banjar, Kota...