Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, H. Asep Sudarman. Photo: Tantan Mulyana/HR.
Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Aparat Sipil Negara (ASN) harus berperan aktif melakukan sosialisasi Pilkada serentak yang akan berlangsung tanggal 27 Juni 2018 kepada masyarakat, minimal di lingkungannya masing-masing.
Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, H. Asep Sudarman, di hadapan jajaran ASN lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, saat mengikuti kegiatan sosialisasi yang bertema Peran Pemerintah Daerah melalui Desk Pilkada Stakeholder Pendidikan dalam Mensukseskan Pilkada Ciamis 2018, bertempat di Aula Setda Kabupaten Ciamis, Jum’at (09/02/2018).
Pada kesempatan itu, Sekda menghimbau agar seluruh ASN lingkup Pendidikan Kabupaten Ciamis ikut serta mensosialisasikan Pilkada 2018. Sehingga angka partisipasi masyarakat dalam memberikan hak suaranya mencapai target 80 persen.
Menurut Asep, dipilihnya stakeholder lingkungan pendidikan, karena penyebarannya hampir di seluruh pelosok daerah. Sehingga langsung bersentuhan dengan masyarakat di daerah.
Dirinya juga meminta kepada ASN untuk menyambut Pikada ini dengan sukacita. Jangan sampai ada ketegangan, karena akan memilih pimpinan daerah.
“Pada Pilkada sebelumnya, angka partisipasi mencapai 73,31persen untuk Pilgub Jabar, dan Pilbup Ciamis 68,82 persen. Sedangkan, target di Pilkada 2018 harus sampai 80 persen angka partisipasi masyarakat,” tegasnya.
Meski melakukan sosialisasi, namun tetap ASN harus menjaga netralitas. Jangan ikut atau menghadiri kegiatan kampanye. Bila ditemukan dan ada laporan ASN melakukan kampanye, atau memiliki kecenderungan memihak, maka hubungannya langsung majelis kode etik ASN.
Lanjut Asep, dukungan pemerintah daerah yang paling utama dalam meningkatkan partisipasi dan menjaga netralitas, yakni mengatasi potensi kerawanan konflik, terutama yang kaitannya dengan money politik dan kampanye hitam.
“Untuk itu, perlu adanya koordinasi antar lembaga terkait, guna mengantisipasi berbagai perkembangan dalam semua tahapan Pilkada. Ciptakan stabilitas politik yang kondusif. Jadi sponsor kepada masyarakat untuk menyambut Pilkada dengan sukacita,” tandas Asep.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, H. Wawan S Arifien, menambahkan, para guru maupun pegawai pendidikan lainnya dalam hal melakukan sosialisasikan kepada masyarakat harus matang. Jangan sampai terjebak dengan pertanyaan balik dari masyarakat. Sebab di daerah-daerah, guru dianggap orang terpandang dan serba mengetahui.
“Hati-hari bila ada pertanyaan dari masyarakat saat sosialisasi. Jangan sampai terjebak. Sosialisasikan saja akan ada Pilkada pada tanggal 27 Juni 2018, dan masyarakat diharapkan datang ke tempat pemungutan suara untuk mencoblos,” jelas Wawan. (Tantan/R3/HR-Online)