harapanrakyat.com,- Prestasi Pemerintah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang menyandang status Kabupaten Layak Anak (KLA) perlu diapresiasi. Betapa tidak, sejak 2017, Ciamis setiap tahunnya menyandang predikat Kabupaten Layak Anak, meski baru kategori Pratama.
Pada tahun 2025 ini, Pemkab Ciamis melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), tengah melakukan persiapan matang demi naiknya predikat KLA.
Kepala DP2KBP3A Ciamis, Dr Dian Budiyana M.Si menargetkan, tahun 2025 ini Ciamis naik peringkat dari Kabupaten Layak Anak Pratama ke Kabupaten Layak Anak Madya.
“Kita sudah melakukan persiapan semaksimal mungkin menghadapi penilaian KLA tahun 2025 yang akan dilaksanakan 30 April besok oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,” ungkap Dr. Dian usai rapat persiapan penilaian KLA yang dipimpin langsung Sekda Ciamis, Rabu (23/4/2025), di Gedung Korpri.
Baca juga: DP2KBP3A Ciamis Gelar Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi di Pasar Tradisional
Penilaian tersebut kata Dian, sangat penting dalam upaya meningkatkan prestasi Ciamis di tingkat nasional. Pihaknya optimis, Ciamis tahun 2025 ini bisa menyandang Kabupaten Layak Anak Madya lantaran sudah mengumpulkan poin yang cukup maksimal.
“Ciamis sudah mengumpulkan poin 625, sedangkan syarat masuk kategori Madya itu antara 601 sampai 700 poin. Kita mesti pertahankan yang 24 poin itu, agar tidak turun,” katanya.
Persiapan Penilaian Kabupaten Layak Anak di Ciamis
Lanjutnya, penilaian KLA itu cukup kompleks dan ketat. Penilaian tak hanya melibatkan seluruh OPD, namun juga lembaga lainnya yang punya komitmen terhadap anak. “Terdapat ratusan indikator dalam penilaian KLA ini. Mulai dari penilaian mandiri, verifikasi oleh tim penilai provinsi, sampai verifikasi dan evaluasi dari tim pusat,” jelas Dian Budiyana.
Sementara untuk menghadapi verifikasi dan evaluasi lapangan, pihaknya sudah mengumpulkan seluruh pemangku kepentingan yang tergabung dalam Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak.
“Persiapan yang kita lakukan antara lain pembagian peran, menyusun dokumen dokumen pendukung, sampai simulasi penilaian daring,” ucapnya.
Penilaian juga dilakukan virtual tour dengan menampilkan sembilan titik penilaian, di antaranya Puskesmas Ramah Anak, ruang laktasi, sampai dengan ketersediaan area bermain anak.
“Meskipun penilaian lomba ini bukan tujuan yang utama, namun apabila prestasinya bisa diraih tentu akan berdampak positif di tingkat pusat. Maka dari itu, mari kita sama-sama berjuang memanfaatkan kesempatan ini,” pungkas Dian Budiyana. (R8/HR Online/Editor Jujang)