harapanrakyat.com,- Longsor Tembok Penahan Tebing (TPT) rumah di Garut, Jawa Barat, terekam kamera amatir warga. Meski tidak ada korban jiwa, namun insiden ini membuat panik warga karena pergerakan tanah terlihat jelas saat ambruk hampir menimbun rumah.
Bencana longsor TPT rumah di Kampung Sawah Joho, Desa Singajaya, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, terjadi pada Sabtu (5/4/2025).
Akibat bencana tersebut, rumah yang ada di sampingnya terancam. Menurut warga sekitar, ambruknya TPT rumah di pemukiman padat itu diakibatkan pergerakan tanah yang sudah terjadi beberapa bulan terakhir.
“Ada 18 KK yang terdampak, ditambah fasilitas umum yang kini terancam. Kemungkinan bisa bertambah karena masih terjadi pergerakan tanah. Pergerakan tanah ini mencapai 1,5 meter dan saat ini yang dilakukan pemerintahan tetap memantau. Serta memberikan edukasi kepada masyarakat,” kata Samsul, Kasi Trantib Kecamatan Singajaya.
Baca Juga: Baru Sebulan Lebih Digunakan, TPT di Garut Ini Sudah Ambrol
Masyarakat sekitar yang terdampak bencana longsor TPT rumah kini merasa khawatir pada saat hujan lebat mengguyur kawasan tersebut. Pasalnya, longsor susulan atau bencana pergerakan tanah masih terus terjadi dan merusak fasilitas milik warga.
“Pada saat turun hujan ditakutkan ada lagi longsor susulan. Pada saat kejadian warga mengungsi secara mandiri, ada yang ke saudara, tetangga dan lain-lain. Kami telah koordinasi dengan pemda melalui BPBD. Kami saat ini menunggu keputusan dari pemerintahan,” tambahnya.
Wilayah Kecamatan Singajaya, terutama yang berada di Garut Selatan, memang kerap terjadi bencana pergerakan tanah dan tanah longsor.
Banyak wilayah yang tanahnya labil membuat warga harus waspada ketika cuaca ekstrim melanda. (Pikpik/R3/HR-Online/Editor: Eva)