harapanrakyat.com,- Hujan deras yang melanda wilayah Kota Banjar, Jawa Barat, pada Rabu (2/4/2025) sore menyebabkan area persawahan hingga kolam ikan milik warga di Dusun Cigadung, Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman terendam banjir.
Pemilik kolam ikan pun mengalami kerugian akibat ikan di empang terbawa arus deras luapan air dari saluran irigasi.
Kepala Desa Karyamukti, Fikri Aditya membenarkan adanya banjir akibat hujan deras yang terjadi di wilayahnya. Banjir terjadi di Dusun Cigadung.
Menurutnya, banjir yang terjadi merupakan banjir dari luapan saluran irigasi yang berasal dari Curug Taneuh yang ada di wilayah tersebut.
“Itu kejadian meliputi 3 RT di Dusun Cigadung. Tapi hanya banjir lewat dari air curug dan irigasi karena hujan turun cukup deras,” kata Fikri saat dikonfirmasi harapanrakyat.com.
Lanjutnya menyebutkan, banjir akibat hujan deras tidak sampai menggenangi permukiman atau menimbulkan kerusakan pada rumah warga.
Sawah hingga Kolam Ikan Milik Warga di Kota Banjar Terendam Banjir
Banjir hanya menggenangi area persawahan yang sekarang tengah memasuki musim panen. Selain itu, ikan di kolam atau empang milik warga yang ada di lokasi tersebut juga terbawa arus air.
“Kebanyakan yang terdampak itu kolam ikan warga. Ikannya banyak yang terbawa air. Sekarang kami lagi pendataan kolam yang terdampak,” kata Fikri.
“Kalau untuk persawahan itu padi memasuki musim panen. Paling nanti langsung dipanen sama warga,” ujarnya menambahkan.
Tak hanya di wilayah Desa Karyamukti, banjir akibat hujan deras juga menyebabkan saluran irigasi di wilayah Curug Taneuh, Kelurahan Pataruman jebol.
Salah seorang warga, Cucu Tajudin,mengatakan, akibat hujan deras saluran irigasi di lokasi tersebut jebol hingga air meluap ke area persawahan milik warga.
Meski begitu, kejadian banjir tidak sampai menimbulkan kerugian karena area persawahan yang ada di lokasi tersebut telah memasuki musim panen. Hanya membutuhkan perbaikan saluran.
“Itu masuknya daerah Curug Taneuh, saluran pembuangan air dari arah gunung jebol karena airnya tadi sangat deras. Paling itu butuh perbaikan,” pungkasnya. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor: Eva)