harapanrakyat.com – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4.1 yang mengguncang Pangandaran, Jawa Barat pada Rabu (2/4/2025), tidak berdampak pada kunjungan wisata.
Titik Gempa ini berada di 90 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran dan berada di kedalaman 24 kilometer.
Guncangan gempa terjadi bertepatan dengan hari libur Idul Fitri, dimana kunjungan wisata ke Pantai Pangandaran sedang tinggi-tingginya.
Baca Juga: Gempa Guncang Pangandaran, Pengunjung Aquarium Indonesia Panik: Ada Suara Ledakan
Kasatpolairud Polres Pangandaran Iptu Anang Tri Sodikin mengatakan, tidak ada kepanikan pasca guncangan gempa tersebut.
“Aman saja, tidak ada pengaruh ke kunjungan wisata ke Pangandaran,” ucapnya.
Sedangkan jumlah kunjungan wisata ke Kabupaten Pangandaran sampai dengan tanggal 1 April 2025, mencapai 63.327 wisatawan.
Paling tinggi kunjungan ke objek wisata Pantai Pangandaran yang mencapai 40.341 wisatawan, diikuti oleh Pantai Batukaras yang mencapai 10.996 wisatawan.
Kemudian Karapyak yang mencapai 4.414 wisatawan, Pantai Batuhiu yang mencapai 2.819 wisatawan, Green Canyon 372 wisatawan dan Pantai Madasari mencapai 4.385 wisatawan.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran Agus Mulyana mengatakan, okupansi hotel di objek wisata Pantai Pangandaran tidak mencapai 100 persen. Begitu juga dengan okupansi hotel yang ada di objek wisata Pantai Karapyak dan Batukaras.
Menurut Agus, berdasarkan laporan dari anggota, okupansi hotel di objek wisata Pantai Pangandaran Selasa malam, 1 April 2025 mencapai 90 persen. Tetapi kata Agus, kalau dihitung secara keseluruhan okupansi hotel baru mencapai sekitar 60 persen.
“Artinya, okupansi hotel khususnya di objek wisata Pantai Karapyak sangat minim,” tuturnya.
Baca Juga: Dua Wisatawan Hilang Terseret Arus Pantai Pangandaran
Pasalnya kata Agus, okupansi hotel di objek wisata Pantai Karapyak hanya mencapai 30 persen dan Batukaras 80 persen. Berbeda dengan okupansi hotel di objek wisata Pantai Pangandaran yang mencapai 90 persen. (Jujang/R7/HR-Online/Editor-Ndu)