harapanrakyat.com,- Aktivis GMNI Kota Banjar, Jawa Barat, prihatin dengan kondisi sepinya wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Banjar saat momen libur lebaran Idul Fitri. Hal ini berbeda dengan kabupaten/kota lain.
Aktivis GMNI Kota Banjar, Irwan Herwanto pun menilai minimnya wisatawan tersebut karena kegagalan pemerintah kota dalam mengelola dan mengembangkan sejumlah destinasi wisata di Banjar.
Selain itu, ia juga menilai minimnya wisatawan tersebut karena kurangnya promosi pemerintah daerah. Tidak ada penataan yang baik sehingga wisatawan hanya melintas.
Minimnya fasilitas ataupun wahana di lokasi wisata menurutnya juga kurang menjual dan tidak bisa menjadi daya tarik pengunjung. Bahkan destinasi wisata yang ada kurang diminati warga lokal.
“Itu kegagalan pemerintah daerah mengelola sektor pariwisata dikarenakan kondisi objek wisata di Kota Banjar kurang tertata dengan baik dan minim promosi,” kata Irwanto kepada wartawan, Sabtu (5/3/2025).
Lanjutnya berujar seharusnya destinasi wisata yang ada bisa menjadi salah satu alternatif tempat liburan yang nyaman dan murah untuk masyarakat.
Apalagi saat momentum liburan Idul Fitri. Sektor pariwisata tidak hanya menjadi tempat berlibur masyarakat tetapi juga dapat berkontribusi pada meningkatnya ekonomi daerah.
Sebab itu, pemerintah kota perlu menyikapi kondisi tersebut dengan membuat terobosan. Misalnya, menambah wahana baru di tempat wisata yang selama ini sudah berjalan.
“Perlu ada terobosan baru yang betul-betul menjual dan bisa menjadi daya tarik wisatawan. Jangan sampai orang-orang itu bingung mau kemana jika liburan di Kota Banjar,” katanya.
Sementara itu, Aktivitas PMII Muhammad Abdul Wahid mengaku prihatin atas lesunya geliat pariwisata di Kota Banjar. Apalagi momen libur lebaran merupakan salah satu momen panen wisatawan.
Ia menilai lesunya dunia pariwisata disebabkan oleh sejumlah faktor. Di antaranya kurangnya pengelolaan, minimnya wahana wisata, serta dukungan infrastruktur yang kurang memadai.
“Oleh karena itu, pemerintah kota perlu mengambil langkah-langkah konkrit melakukan penataan untuk mengembangkan destinasi wisata yang ada,” ucapnya. (Muhlisin/R6/HR-Online)