harapanrakyat.com,- Kementerian Agama telah mengeluarkan surat edaran untuk setiap masjid yang berada di sepanjang jalur mudik agar menyediakan tempat istirahat yang nyaman, dan layak bagi para musafir atau pemudik.
“Masjid dan mushola bukan hanya menjadi tempat ibadah. Tapi juga menjadi posko istirahat yang menyediakan fasilitas dasar bagi para pemudik,” kata Menteri Agama, Nasaruddin Umar Nasaruddin, seperti dikutip dari laman resmi Kemenag RI.
Menurut Nasaruddin, hal tersebut penting, mengingat jumlah pemudik tahun ini diprediksi mencapai 152 juta orang.
Baca Juga: Meski Biaya Haji Turun, Menteri Agama Jamin Kualitas Layanan Tidak Turun
Apabila semua pemudik hanya beristirahat dengan mengandalkan rest area konvensional yang tersedia tidak akan mencukupi jumlah pemudik.
“Oleh karena itu, dengan memanfaatkan masjid atau mushola sebagai tempat peristirahatan, para pemudik bisa berhenti sejenak untuk istirahat, menghilangkan rasa ngantuk. Serta menghindari kelelahan yang berpotensi menjadi penyebab kecelakaan,” terangnya.
Pasang Petunjuk Arah Masjid di Jalur Mudik
Tak hanya itu, Nasaruddin juga mengingatkan perihal kebersihan toilet dan ketersediaan air bersih kepada para pengurus masjid. Supaya pemudik yang singgah di masjid bisa merasa nyaman.
“Petunjuk arah ke masjid-masjid ini juga harus dipasang di sepanjang jalur mudik. Apalagi untuk masjid yang jaraknya sekitar 100 meter dari jalan raya. Ini tujuannya supaya pemudik bisa lebih mudah menemukan tempat beristirahat dan beribadah,” kata Nasaruddin.
Menurutnya, dampak ekonomi dari tradisi mudik ini cukup besar. Diantara perputaran dana itu ada pula yang digunakan untuk membangun atau merenovasi masjid, mushola, serta pesantren.
Baca Juga: Jumlah Pemudik Lebaran 2025 Diprediksi Capai 140 Juta Orang, Ini Persiapan Kemenhub
“Dana yang beredar selama mudik itu diprediksi mencapai 200 triliun rupiah lebih. Itu mengalir dari kota sampai ke pelosok desa dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah,” jelasnya.
Nasaruddin pun mengajak para pemudik untuk bisa bahu-membahu membangun fasilitas seperti masjid di kampung halaman masing-masing.
“Selamat mudik kepada yang hendak mudik. Mari kita menanam amal jariyah dengan membangun dan memperbaiki fasilitas yang ada di kampung halaman. Bagi kita kecil, bagi masyarakat manfaatnya besar,” pungkasnya. (Revi/R3/HR-Online/Editor: Eva)