harapanrakyat.com,- Pasca perayaan malam tahun baru di Alun-alun Garut, Jawa Barat, menyisakan tumpukan sampah di jalan pusat kota. Petugas kebersihan bersama anggota komunitas Clean The City (CTC) berjibaku membersihkan sampah bekas di kawasan tersebut, Rabu (1/1/2025).
Hingga saat ini buang sampah sembarangan di jalan maupun di taman masih sering dijumpai di Kabupaten Garut. Tentu saja pemandangan buang sampah sembarangan ini menjadi hal negatif, bahkan pusat kota Garut pun terlihat menjadi kumuh.
Meski telah disediakan tempat sampah di beberapa tempat yang ada di jalan pusat kota Garut, namun sebagian masyarakat masih juga belum sadar akan pentingnya kebersihan.
Seperti halnya sampah berupa makanan, plastik hingga sampah puntung rokok terlihat berserakan di jalanan dan taman kota pasca perayaan malam tahun baru 2025.
Baca Juga: Libur Tahun Baru, Ribuan Penumpang Padati Terminal Guntur Garut
Petugas Bersihkan Sampah Pasca Perayaan Malam Tahun Baru di Alun-alun Garut
Petugas kebersihan dibantu ratusan relawan pembersih sampah yang tergabung dalam Clean The City menyisir jalanan pusat kota dan Taman Alun-alun kota Garut untuk membersihkan sampah.
“Kami bergerak di bidang cinta lingkungan. Setiap tahun kami sudah rutin, Clean The City itu setiap 1 Januari. Ketika ada pesta perayaan malam tahun baru, tentu saja menjadi banyak sampah yang berserakan. Ya, kita tugasnya membersihkan sampah-sampah tersebut,” kata Rahmat Munawar, ketua pelaksana CTC, Rabu (1/1/2025).
Jenis sampah pasca pesta malam tahun baru yaitu sampah makanan, sampah plastik, hingga puntung rokok. Namun, menurut Rahmat, banyaknya sampah yang terkumpul menjadi karunia bagi komunitasnya.
“Kita survei dan melakukan penyisiran itu dari pos yang ada di Bank BJB sampai ke Alun-alun Garut. Alhamdulilah sampah yang kita kumpulkan ini menjadi karunia. Sampah seperti plastik, makanan dan rokok banyak,” tambahnya.
Sulit memang memberi edukasi masyarakat Garut agar tidak membuang sampah sembarangan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, melainkan harus menjadi kesadaran setiap individu masyarakat. (Pikpik/R3/HR-Online/Editor: Eva)