harapanrakyat.com,- Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kini telah menyebar di wilayah Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Sumedang melaporkan bahwa hingga 16 Januari 2025, sudah ada 781 ekor sapi lokal yang terindikasi terinfeksi PMK.
Kepala Diskanak Kabupaten Sumedang, Tono Suhartono, mengungkapkan bahwa informasi terbaru menunjukkan sebanyak 781 ekor sapi yang terindikasi terinfeksi. Sebagian besar kasus tersebut pihaknya temukan di Kecamatan Tanjungmedar, Jatigede, dan Tomo. Namun, Tono memastikan bahwa tidak ada sapi yang mati akibat penyakit tersebut.
Baca juga: Penyakit Mulut dan Kuku Meluas di Jawa Barat: 1.895 Ekor Sapi Tertular, 92 Mati
“Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada yang mati karena PMK. Semua sapi yang terinfeksi sedang dalam proses penyembuhan,” kata Tono saat meninjau vaksinasi PMK di Desa Tolengas, Kecamatan Tomo, Kamis (16/1/2025).
Langkah Pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku
Diskanak Sumedang telah mengambil berbagai langkah untuk mencegah penyebaran PMK semakin meluas. Di antara langkahnya dengan memberikan obat dan vitamin bagi sapi yang terinfeksi, serta melakukan vaksinasi terhadap sapi-sapi yang masih sehat.
“Untuk sapi yang terinfeksi, kami memberikan pengobatan dan vitamin sesuai dengan kondisi masing-masing. Sementara untuk sapi yang sehat, kami memberikan vaksin PMK agar mereka memiliki kekebalan tubuh yang lebih kuat,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan pihaknya telah mengajukan permohonan vaksin ke Pemerintah Pusat. Meskipun Sumedang mengajukan 5.000 dosis vaksin, hanya 500 dosis yang ia terima.
Selain itu, ada informasi bahwa akan ada tambahan 500 dosis vaksin. Namun, dengan jumlah populasi sapi lokal yang mencapai 96 ribu ekor, vaksinasi masih menjadi tantangan besar.
“Vaksin yang kami terima terbatas, namun kami akan berupaya semaksimal mungkin. Kami sudah mengajukan 5.000 dosis, tetapi hanya mendapatkan 500 dosis. Mudah-mudahan bantuan tambahan vaksin bisa mencakup lebih banyak ternak,” ujarnya.
Pihaknya hanya memberikan vaksin PMK kepada kelompok ternak dan peternak mandiri. Sementara itu, perusahaan dan koperasi harus melakukan vaksinasi secara mandiri. Tono juga mengimbau para peternak untuk menjaga kebersihan kandang dan makanan sapi sebagai upaya pencegahan penularan PMK.
“Kami berharap tidak ada sapi yang mati akibat PMK, dan berkat kerja keras 26 dokter hewan di Sumedang, kami dapat mengatasi masalah ini bersama-sama,” pungkasnya. (Aang/R6/HR-Online)