harapanrakyat.com,- Puluhan rumah di pemukiman padat, di Kampung Cimacan, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong, Garut, Jawa Barat, Minggu (26/1/2025) malam. Banjir tersebut dari luapan Sungai Cimanuk yang debitnya naik ke perkampungan warga. Akibat banjir, membuat masyarakat terdampak harus mengungsi ke tempat aman.
Data sementara yang dihimpun aparat setempat, ada 97 rumah yang tersebar di 2 RT yang berbeda. Sedangkan di RT 1, rumah terdampak banjir sebanyak 50 rumah, sementara di RT 2 sebanyak 47 rumah.
Baca Juga: Awal Tahun 2025, Bencana Terjang Sejumlah Daerah di Indonesia
Ketua RT Sasa setempat mengaku, bahwa banjir yang diakibatkan luapan Sungai Cimanuk terjadi begitu cepat. Sehingga sebagian warga tak bisa menyelamatkan harta bendanya, seperti peralatan elektronik dan perabotan rumah tangga.
“Jika yang dekat bibir sungai tingginya sampai 1,5 meter. Sedangkan untuk yang di sini ada 120 cm. Warga yang rumahnya terkena banjir sudah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi,” kata Sasa, Minggu (26/1/2025).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, kini sedang melakukan penyedotan air di wilayah perkampungan yang terkena dampak. BPBD dibantu Dinas Pemadam Kebakaran dalam upaya pengeringan ini dilakukan agar air cepat surut.
“Sudah melakukan koordinasi dengan seluruh pihak. Saat ini sedang fokus melakukan penyedotan dan pengeringan air yang masuk ke perkampungan,” jelas Mawardi, petugas BPBD Garut.
Baca Juga: Tanggul Jebol, Hektaran Tanaman Padi di Purwadadi Ciamis Terendam Banjir
Untuk aparat TNI-Polri dibantu Brimob Polda Jabar yang menerjunkan perahu karet, sedang fokus menyelamatkan warga yang terjebak banjir di rumahnya. Mereka dievakuasi ke tempat aman, agar menghindari hal yang tak diinginkan.
Tak ada laporan korban luka maupun korban jiwa. Namun kerugian material akibat banjir luapan dari Sungai Cimanuk masih harus dihitung petugas BPBD. (Pikpik/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)