harapanrakyat.com,- Sebanyak 113 rumah yang tersebar di 7 Kecamatan di Garut, Jawa Barat, terdampak gempa bumi 4,2 magnitudo. Sementara itu, BPBD Garut masih melakukan pendataan dan asesmen terhadap wilayah terdampak tersebut.
Sebanyak 113 Kepala Keluarga (KK) atau 340 jiwa terdampak gempa berkekuatan 4,2 magnitudo yang terjadi pada Sabtu (7/12/2024) kemarin.
Data tersebut sesuai rilis BPBD Garut pada Minggu (8/12/20240). Bahkan, dari jumlah tersebut, di antaranya ada 1 fasilitas ibadah dan 1 sekolah yang ikut terdampak kerusakan.
Baca juga: Dampak Gempa Darat di Garut, 7 Rumah dan 1 Sekolah Rusak
Pj Bupati Garut Barnas Adjidin mengatakan, gempa darat 4,2 magnitudo kemarin getarannya sangat terasa di 7 Kecamatan yang ada di Garut.
Sementara itu, kecamatan yang terdampak antara lain Kecamatan Bayongbong, Tarogong Kaler, Cikajang, Samarang, Pasirwangi, Cisurupan dan Kecamatan Sukaresmi.
“Kita masih melakukan pendataan dan asesmen secara mendetail. Hari ini kita bersama unsur yang lainnya menggelar rapat mendadak untuk menentukan apakah dampak gempa ini perlu tanggap darurat atau tidak,” katanya.
Dalam menangani ini, sambungnya, pemerintah berusaha melakukan langkah cepat agar rumah-rumah warga bisa aman.
“Sekali lagi kami akan terus mendata dan akan memberikan langkah upaya. Kalau kita ada potensi anggaran yang bisa menyelesaikan, maka BTT tak perlu kita keluarkan. Jadi kita diskusikan dengan seluruh pihak, apakah ini masuk dalam kondisi tanggap darurat atau tidak,” kata Barnas Adjidin.
Meski banyak infrastruktur bangunan yang terdampak, kata Barnas, namun pihaknya sampai saat ini belum mendapatkan adanya korban luka maupun jiwa pasca gempa bumi ini.
Sementara ini, pihaknya telah menyalurkan bantuan pangan bagi warga yang rumahnya terdampak kerusakan parah.
“Mereka yang rumahnya rusak berat tak kita sediakan tenda pengungsian karena para korban lebih memilih tinggal sementara bersama sanak saudaranya di tempat aman,” pungkasnya. (Pikpik/R6/HR-Online)