harapanrakyat.com,- Memasuki musim hujan, Dinas Kesehatan Kota Banjar, Jawa Barat, imbau masyarakat waspada terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Sebab dengan memasuki musim hujan, tentunya bisa menciptakan genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya berbagai penyakit. Terutama penyakit DBD yang disebabkan oleh nyamuk.
Baca Juga: Dinkes Kota Banjar Ungkap Fakta Gigitan Nyamuk Betina Penyebab DBD
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Banjar, Ika Rika mengatakan, untuk mencegah kembang biak nyamuk, perlu gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
“Melakukan gerakan PSN juga sangat penting. Upaya tersebut sudah dilakukan sebelumnya bersama lintas sektoral di Kota Banjar,” katanya, Jumat (15/11/2024).
Sementara dalam upaya pencegahan, Dinkes Kota Banjar juga selalu menyampaikan di setiap momen kegiatan agar masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyakit DBD.
“Antisipasi kita di setiap momen apapun, karena DBD itu bukan penyakit yang baru, tapi yang sudah lama dan akan terus ada selama ada virus serta faktor penularnya. Makanya selalu ditampilkan dalam setiap momen apapun,” terangnya.
Ia menjelaskan, terhitung sejak bulan Januari hingga November 2024 kasus DBD di Kota Banjar sebanyak 351 orang penderita. Dari jumlah tersebut, 5 orang di antaranya meninggal dunia.
Selain itu, berdasarkan wilayah tercatat paling banyak terjadi kasus DBD di Kecamatan Langensari sebanyak 158 kasus, Kecamatan Banjar 92 kasus.
Kemudian, Kecamatan Pataruman sebanyak 76 kasus, dan terakhir Kecamatan Purwaharja sebanyak 25 kasus.
Baca Juga: 5 Warga di Kota Banjar Terserang DBD, 4 di Antaranya Anak-anak
Selain itu, sebagai pencegahan penyakit DBD, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat. Terlebih saat ini yang memasuki pergantian dari musim kemarau ke musim hujan.
“Intinya kita harus menjaga pola hidup yang sehat. Dan untuk mencegah penyakit DBD kita lakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk,” pungkasnya. (Sandi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)