harapanrakyat.com,- Kepala Kanwil Kemenkumham Jabar Masjuno melantik jabatan pengganti antar waktu (PAW) 11 anggota MPDN (Majelis Pengawas Daerah Notaris) periode 2024-2027 dan 7 notaris pengganti. Pengambilan sumpah jabatan ini dilaksanakan di Aula Kanwil Kemenkumham Jabar, Senin (11/11/2024).
Dalam sambutannya, Masjuno menyampaikan bahwa Majelis Pengawas Daerah Notaris (MPDN) memiliki peran vital. Terutama dalam administrasi, pembinaan, dan pengawasan Notaris di tingkat daerah. Berdasarkan Pasal 2 Permenkumham No. 16 Tahun 2021, MPDN berfungsi sebagai perpanjangan tangan Menteri Hukum dan HAM dalam mengawasi dan juga membina Notaris.
Notaris sebagai pejabat publik adalah ujung tombak layanan jasa hukum bagi masyarakat. Kualitas dan etika kerja notaris sangat mempengaruhi citra Kemenkumham sebagai pembina profesi ini.
“Kami berkomitmen mendukung kinerja Majelis Pengawas Daerah (MPD) yang berperan penting dalam mengawasi notaris di wilayah, memastikan agar setiap layanan berjalan adil tanpa merugikan pengguna,” ujar Masjuno.
Baca Juga: Harmonisasi 2 Raperwal Kota Bogor di Kemenkumham Jabar
Jumlah notaris di Jabar sekitar 4.844 orang. Jumlah itu sangat signifikan dibanding daerah lain di Indonesia. Masjuno pun yakin para notaris dapat bekerja maksimal. Asalkan pada notari punya jiwa kebersamaan dan juga integritas.
Dalam kesempatan itu, Kanwil Kemenkumham Jabar juga mengambil sumpah dan janji setia 5 orang pewarganegara. Masjuno pun berpesan, status kewarganegaraan menghasilkan hubungan timbal balik antara negara dan warga negara. Hubungan tersebut diatur dalam UUD.
“Pembelaan negara dan kontribusi pada keamanan dapat diwujudkan dengan mendorong pertumbuhan ekonomi. Juga menciptakan lapangan kerja, meraih prestasi yang membanggakan bangsa, serta taat dan transparan dalam kewajiban perpajakan,” jelasnya.
Masjuno berpesan kepada Notaris Pengganti untuk menjaga kualitas dan integritas pelayanan, karena punya peran sama pentingnya dengan Notaris dalam perikatan keperdataan masyarakat. Ia berharap Notaris Pengganti menjunjung kejujuran dan kepastian hukum sesuai amanat UU No. 30 Tahun 2004 yang telah diubah oleh UU No. 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris.
“Laksanakan pengabdian ini dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (R9/HR-Online/Editor-Dadang)