harapanrakyat.com,- Ahli Gizi RSUD Ciamis Arif Suprayogi menjadi juara favorit duta kesehatan Jawa Barat (Jabar) tahun 2024. Arif meluncurkan program kesehatan “Gerai Gunting” berambisi mewujudkan Jabar Zero New Stunting.
Arif menyampaikan, terdapat beberapa pendekatan pencegahan stunting di antaranya menangani stunting dari hulu sampai ke hilir, lebih tepatnya mulai dari saat usia remaja atau bahkan dibiasakan oleh ibunya sejak dini untuk mengenalkan makanan bergizi seimbang agar anak terhindar dari anemia yang kita tahu menjadi salah satu akar permasalahan terjadinya stunting. Serta dilakukan secara sinergi dan kolaboratif antar unsur perangkat daerah.
“Program Gerai Gunting ini sesuai dengan strategi promosi kesehatan yang melibatkan tiga ranah yakni ranah advokasi, kemitraan, dan pemberdayaan masyarakat agar promosi kesehatan dapat lebih efektif dan efisien untuk mencapai target,”ungkap Arif Senin (11/11/2024).
Program advokasi GERAI GUNTING (Gerakan Peduli Gizi Cegah Stunting) kata Arif, memiliki tujuan mulia untuk mengentaskan stunting sehingga terwujudnya Generasi Emas Bebas Anemia dan Zero New Stunting khususnya di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat dan umumnya skala nasional.
GERAI GUNTING menyodorkan program pendekatan promosi kesehatan melalui sistem blended dimana memadukan antara kegiatan teoritis (edukasi) dengan praktis (praktek demo masak makanan bergizi seimbang dan tinggi protein). “Juga sebagai solusi memutus mata rantai karena program GERAI GUNTING ini melibatkan ibu/orangtua juga remaja putri sehingga kolaborasi pendekatan sasaran ini diharapkan akan lebih efektif untuk mengentaskan stunting demi terwujudnya Zero New Stunting,” ujar Arif.
Keunggulan Program GERAI GUNTING terletak pada penggunaan produk pangan lokal potensi dari Kabupaten Ciamis, yang nantinya dapat mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan di Kabupaten Ciamis.
Kedua, program GERAI GUNTING ini melengkapi program Aksi Bergizi yang sebelumnya telah diluncurkan pemerintah yang tidak terdapat sesi membuat makanan sehat bersama melainkan langsung ke bekal makanan bergizi yang itu semua kurang efektif dalam penerapan praktik penentuan pangan bergizi karena bisa saja sudah disiapkan orangtuanya.
Ketiga, kegiatan yang dilakukan secara blended dengan 2 sasaran berbeda menandakan akan keseriusan memutus mata rantai stunting yang memang membutuhkan penanganan pendekatan secara holistik.
“Usai kegiatan Duta kesehatan Jabar ini, saya merencanakan untuk terus mengembangkan program kesehatan GERAI GUNTING ini lebih luas lagi dengan kemitraan yang jauh lebih besar dan mencangkup banyak wilayah sehingga keberadaannya dapat cepat dirasakan manfaatnya oleh banyak orang yang memiliki hak yang sama dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” pungkas Arif. (Fahmi/R8/HR Online/Editor Jujang)