harapanrakyat.com,- Puluhan warga di wilayah Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menjadi korban penipuan berkedok aplikasi FGS Global. Ratusan juta rupiah uang anggota pun raib.
S, salah satu korban warga Desa/Kecamatan Cipaku, mengungkapkan, banyaknya warga yang bergabung, awalnya karena admin menyebutkan aplikasi tersebut bisa menghasilkan uang dengan cepat.
Jadi skemanya adalah, pengguna baru mendapatkan uang gratis melalui fitur magang. Di dalam aplikasi, pengguna akan mendapat bonus setelah menyelesaikan 5 tugas. Adapun imbalan jika menyelesaikan tugas tersebut, yaitu sebesar Rp 2.100, sehingga totalnya Rp10.500.
Namun, dengan pendapatan seperti itu, pengguna wajib untuk melakukan deposit Rp 315.000 terlebih dulu.
“Semakin besar deposit, semakin besar pula keuntungan yang dijanjikan,” ungkapnya kepada harapanrakyat.com, Kamis (17/10/2024).
Penipuan berkedok aplikasi FGS Global yang memberikan iming-iming keuntungan tersebut, maka banyak orang yang tertarik untuk bergabung.
Bahkan, katanya, sekitar lima puluh orang lebih dengan besaran deposit yang berbeda, akhirnya terpincut untuk bergabung.
“Namun ternyata ini hanyalah skema penipuan. Sebab apa yang dijanjikan pada akhirnya tidak terbukti,” katanya.
Warga Ciamis Jadi Korban Penipuan Berkedok Aplikasi FGS Global, Website Tidak Bisa Diakses
Lanjutnya mengatakan, banyaknya warga yang tertipu, karena awalnya menawarkan peluang mendapatkan penghasilan melalui aplikasi tersebut.
“Jadi, pengguna wajib menyetor dana sebagai modal awal, dan dijanjikan keuntungan dalam waktu singkat,” katanya menambahkan.
Namun, setelah ia merasa kena tipu, kemudian mencoba untuk mengakses website FGS. Sayangnya, website tersebut tidak bisa diakses olehnya bahkan oleh anggota yang lain.
Setelah itu, sambungnya, admin membagikan pengumuman, bahwa akan memberlakukan verifikasi akun.
Tapi admin juga menuntut pembayaran dari membernya, sebagai permintaan perbaikan yang diajukan oleh kantor pusat.
Baca Juga: Sindikat Love Scamming Internasional Terbongkar, Keuntungan Perbulan Rp50 Miliar
Sedangkan jika karyawan yang tidak menyelesaikan verifikasi, maka akan dianggap memberikan data palsu.
“Konsekuensinya adalah penghapusan akun dan larangan untuk dipekerjakan secara permanen,” tuturnya.
Korban penipuan berkedok aplikasi FGS Global ini pun melihat bahwa dengan kondisi seperti itu, menyadari akan scam.
“Dan ternyata betul, website FGS tidak bisa lagi diakses oleh saya dan juga anggota lainnya,” ucap S.
Menurutnya, dengan adanya scam dan tidak bisa diakses lagi, betul-betul ia dan anggota lainnya menjadi korban penipuan berkedok aplikasi FGS global.
“Tapi anehnya, orang yang menjadi admin seolah tidak tahu menahu apa yang terjadi pada anggotanya,” pungkasnya. (Dji/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)