harapanrakyat.com,- Kepala Distanhorti Jabar Dadang Hidayat melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) program penyaluran bantuan irigasi perpompaan di Ciamis. Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung program penambahan areal tanam (PAT) dan meningkatkan produksi padi.
Monev ini untuk memastikan bantuan irigasi perpompaan yang disalurkaj ke kelompok tani tepat sasaran dan juga diimplementasikan secara optimal. Supaya petani merasakan manfaatnya secara langsung.
Monev dilakukan di 2 lokasi, yakni Kelurahan Cigembor dalam proses verifikasi calon lokasi penerima bantuan. Kedua Desa Ciparay yang telah menerima bantuan irigasi perpompaan.
Tim monev yang terdiri dari Pemprov Jabar dan Dinas Kabupaten Ciamis, dan penyuluh pertanian lapangan, kunjungan ke lapangan. Merek melihat langsung kondisi lapangan untuk verifikasi. Melihat kondisi fisik pompa, jaringan irigasi, dan juga dampaknya untuk lahan pertanian.
Baca Juga: Ikuti Jambore, Ratusan Penyuluh Pertanian Berkumpul di Ciamis
Tim Monev juga berkoordinasi dengan kelompok tani penerima bantuan dan pemerintah setempat. Tujuannya untuk menampung aspirasi terkait penggunaan alat serta kendala yang dihadapi di lapangan.
“Para petani mengaku sangat terbantu dengan bantuan irigasi perpindahan tersebut. Luas lahan yang dapat diairi bertambah signifikan meski musim kemarau,” ujarnya, Selasa (8/10/2024).
Areal tanam padi yang semula sulit teraliri air kini dapat digarap. Produksi padi meningkat yang semula hanya sekali panen kini jadi dua kali.
Selain itu, evaluasi juga dilakukan terkait efisiensi operasional pompa, akses pembelian bbm bersubsidi, ketersediaan sumber air, serta pemeliharaan peralatan.
“Ditemukan beberapa kendala teknis seperti perawatan mesin pompa. Hal ini memerlukan peningkatan kapasitas teknis petani untuk menjaga kelangsungan operasional pompa,” katanya.
Melalui monev, harapannya bantuan irigasi perpompaan dapat semakin efektif dalam upaya peningkatan luas areal tanam dan produksi padi di Kabupaten Ciamis. Sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan para petani. (Fahmi/R9/HR-Online/Editor-Dadang)