Fungsi rambut pada hidung memiliki peranan yang signifikan. Jadi, sebaiknya tidak kita abaikan. Selain sebagai elemen penunjang penampilan, rambut hidung memiliki fungsi yang vital bagi manusia. Namun, banyak orang merasa bahwa keberadaan bulu hidung dapat menurunkan rasa percaya diri.
Baca Juga: Fungsi Tulang Hidung dan Gangguan yang Bisa Terjadi
Hal ini terutama terjadi ketika bulu tersebut tumbuh lebat hingga terlihat keluar dari lubang hidung. Oleh karena itu, tidak jarang beberapa individu merasa kurang percaya diri dengan penampilan bulu hidung yang mencolok.
Fungsi Rambut Pada Hidung yang Bermanfaat untuk Kesehatan
Dari sekian banyak bagian tubuh, bulu hidung mungkin jarang menjadi sorotan. Meskipun demikian, bulu hidung adalah bagian alami dari tubuh manusia dengan fungsi utama sebagai sistem pertahanan.
Ketika kita bernapas, tidak hanya oksigen yang terhirup; udara juga membawa partikel kecil dan kotoran. Selain menjaga kelembaban di dalam rongga hidung, bulu hidung berperan penting dalam melindungi paru-paru dari potensi penyakit akibat partikel dan kotoran.
Terdapat dua jenis bulu di dalam hidung, yaitu silia dan vibrissae:
- Silia (Cilia) adalah bulu yang berukuran kecil dan terletak jauh di dalam hidung. Bulu ini ringan dan mengikuti aliran pernapasan, berfungsi untuk menangkap partikel berbahaya dalam lendir, kemudian mendorongnya ke tenggorokan untuk memicu reaksi batuk.
- Vibrissae berukuran lebih besar dari silia dan tumbuh di cuping hidung. Fungsinya adalah untuk menangkap partikel berukuran besar. Partikel yang terperangkap oleh vibrissae akan dikeluarkan bersama kotoran hidung. Meskipun bulu ini dapat tumbuh memanjang hingga keluar dari lubang hidung, sebaiknya tidak dicabut.
Bagi sebagian orang, bulu hidung yang terlihat hingga ke luar mungkin tidak menjadi masalah besar. Namun, bagi yang lain, keberadaan bulu tersebut bisa mengganggu penampilan dan menyebabkan ketidaknyamanan, sehingga banyak yang memilih untuk mencabutnya.
Walaupun hanya terkesan tidak penting, tapi ternyata bulu hidung memiliki berbagai peran penting seperti berikut ini:
Menyaring Partikel yang Masuk
Fungsi rambut pada hidung yang utama adalah untuk menyaring partikel asing yang masuk. Hidung berperan sebagai saluran utama untuk pernapasan, sehingga jika tidak ada bulu, lubang hidung akan terbuka tanpa penghalang bagi segala sesuatu yang masuk. Saat bernapas, kita berisiko menghirup udara kotor, seperti debu dan partikel lainnya.
Namun, keberadaan bulu hidung membantu menyaring partikel-partikel tersebut. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bulu yang lebat dapat mengurangi risiko asma pada individu yang menderita alergi musiman. Ini karena bulu di hidung berfungsi untuk menyaring serbuk sari dan alergen lainnya, membantu menjaga kesehatan saluran pernapasan.
Membuat Udara Lembab
Saluran pernapasan dirancang khusus untuk melembabkan udara yang kita hirup. Banyak orang mungkin pernah terbangun di malam hari dengan mulut dan tenggorokan yang kering, hal ini seringkali disebabkan oleh tidur dengan mulut terbuka.
Baca Juga: Pengertian dan Fungsi Infundibulum pada Reproduksi Wanita
Dalam konteks ini, rambut di hidung berperan penting dalam menambah kelembaban di area pernapasan. Oleh karena itu, disarankan untuk berusaha bernapas melalui hidung, terutama saat tidur, untuk mencegah bibir pecah-pecah setelah bangun.
Peran bulu hidung dalam menjaga kelembaban udara membantu melindungi dan merawat saluran pernapasan. Untuk mempertahankan fungsi ini, penting untuk tidak memangkas bulu hidung terlalu pendek agar tetap dapat menjalankan perannya secara efektif.
Memudahkan dalam Bernafas
Bulu pada hidung juga berfungsi dalam memudahkan proses bernapas, terutama bagi penderita asma. Bulu ini berfungsi sebagai penyelamat, membantu mereka untuk bernapas dengan lebih baik. Di dalam bulu hidung terdapat rambut mikroskopis yang disebut silia. Silia memiliki fungsi untuk mendorong lendir dan kotoran menjauh dari paru-paru.
Sebuah penelitian oleh para ilmuwan dari salah satu universitas di Turki menyatakan bahwa bulu hidung yang lebih lebat dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Individu dengan bulu hidung yang lebih sedikit cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami asma ketimbang mereka yang memiliki bulu yang lebih tebal.
Namun, hingga saat ini, belum ada penelitian lebih lanjut yang secara definitif menilai apakah bulu hidung dapat meningkatkan risiko asma atau infeksi.
Membantu Mengontrol Suhu Tubuh
Fungsi rambut pada hidung lainnya adalah untuk mengontrol suhu tubuh. Peran ini menjadi sangat penting saat seseorang berada di daerah atau cuaca dingin. Ketika udara masuk melalui saluran hidung, bulu hidung membantu menghangatkan area pernapasan.
Sehingga saat bernapas melalui hidung, tubuh merasa lebih hangat daripada jika bernapas melalui mulut. Hal ini sangat bermanfaat bagi individu yang tinggal di daerah dingin, karena dengan bernapas melalui hidung, mereka dapat menjaga tubuh tetap hangat.
Baca Juga: Air Liur Manusia, Berbagai Kandungan dan Fungsinya
Secara keseluruhan, berbagai fungsi rambut pada hidung menunjukkan bahwa meskipun tampaknya sepele, bagian ini memiliki peranan yang sangat penting untuk kesehatan tubuh. Oleh karena itu, sebaiknya hindari mencabut atau memangkas bulu hidung terlalu pendek. (R10/HR-Online)