Lionsgate menghadirkan film White Bird, sekuel dari Wonder, pada 4 Oktober 2024. White Bird memperluas cerita sebelumnya dan menghadirkan tema yang lebih dalam dan emosional.
Setelah aksi mogok para aktor memaksa penundaan, antusiasme penggemar semakin meningkat menanti rilisnya. Marc Forster menjadi sutradara, sementara Mark Bomback bertanggung jawab atas naskah.
White Bird merupakan adaptasi novel grafis karya RJ Palacio, yang memperkenalkan kisah baru dan menambahkan kedalaman pada karakter dari Wonder. Para penikmat Wonder pastinya tidak sabar untuk menyaksikan kelanjutan kisah film ini.
Sinopsis Film White Bird
Kisah ini berfokus pada Julian (Bryce Gheisar), anak yang mengalami kesulitan emosional setelah keluar dari sekolah karena perundungan terhadap Auggie. Ia merasa lingkungan mengucilkannya dan bergulat dengan rasa bersalah yang mendalam.
Untuk membantunya, nenek Julian (Helen Mirren) menceritakan kisah masa mudanya di Prancis pada masa pendudukan Nazi. Melalui kilas balik ini, nenek Julian mengisahkan bagaimana ia sebagai gadis Yahudi harus bersembunyi agar terhindar dari kekejaman Nazi.
Seorang anak laki-laki dari desa tersebut berani melindunginya, dan mereka menjalin hubungan yang berkembang menjadi cinta pertama. Ibu anak tersebut (Gillian Anderson) bahkan rela mempertaruhkan keselamatan keluarganya demi menyembunyikan sang gadis.
Kisah masa lalu nenek Julian menjadi jembatan emosional untuk membantu cucunya memahami keberanian dan cinta. Melalui cerita tersebut, Julian berharap bisa mengubah pandangannya dan memperbaiki hubungan dengan orang-orang di sekitarnya.
Kerja Sama dengan Kingdom Story Company
Selain Lionsgate, beberapa perusahaan ikut berperan dalam produksi White Bird. Kingdom Story Company kembali bekerja sama dengan Lionsgate setelah sukses dengan Jesus Revolution.
Kolaborasi ini bertujuan mempromosikan film kepada audiens yang lebih luas dan menggarisbawahi pesan moral yang kuat dalam ceritanya. Produksi film ini juga melibatkan beberapa studio ternama, seperti Participant, Media Capital Technologies, Mandeville Films, dan 2DUX2 Productions.
Kerja sama berbagai pihak ini memperkuat harapan bahwa White Bird akan menjadi film yang sukses. Kesuksesan di sini tidak hanya secara komersial tetapi juga emosional.
Tema Keberanian dan Cinta di Tengah Ancaman
Film White Bird mengangkat tema keberanian dan cinta di masa-masa sulit. Di tengah kekuasaan Nazi yang brutal, dua anak dari latar belakang berbeda menemukan kekuatan dalam kebersamaan.
Film ini menyoroti bahwa rasa kemanusiaan bisa muncul bahkan di tengah kondisi paling menakutkan. Pengorbanan yang karakter-karakternya tunjukkan mengajarkan nilai pentingnya peduli dan berani menghadapi risiko demi orang lain.
Kisah cinta yang muncul dalam situasi berbahaya menambah keunikan cerita film ini. Ini bukan sekadar romansa biasa, melainkan kisah tentang hubungan yang tumbuh di atas ketakutan dan keberanian. Nilai-nilai tersebut relevan di masa kini, mengingat dunia terus berhadapan dengan konflik dan perpecahan.
Mengembangkan Semesta Wonder dengan Sudut Pandang Baru
Film White Bird memperluas cerita Wonder melalui perspektif baru dari Julian dan neneknya, Grandmère. Dalam Wonder, Julian terkenal sebagai antagonis, tetapi dalam White Bird, ia tampil lebih manusiawi. Perjuangan Julian menghadapi rasa bersalah dan kebingungan emosional menjadi bagian penting dari alur cerita.
Grandmère, yang awalnya hanya muncul sebagai karakter latar, kini menjadi pusat cerita melalui kisah masa mudanya. Kisah ini menggambarkan perubahan perspektif dan perjalanan emosional yang kompleks. White Bird memperlihatkan bagaimana seseorang bisa berubah melalui pengalaman orang lain dan belajar dari masa lalu untuk menjadi lebih baik.
Antusiasme dan Harapan Penonton
Banyak penonton menantikan film White Bird karena narasinya yang menyentuh dan penuh pesan moral. Film ini bukan hanya kelanjutan dari Wonder tetapi juga karya mandiri dengan cerita yang kuat dan mendalam.
Kehadiran film ini diharapkan memberikan pengalaman sinematik yang tidak hanya menghibur tetapi juga menginspirasi penonton. Dukungan berbagai pihak dalam produksinya semakin memperkuat harapan bahwa White Bird akan sukses menyampaikan pesan kemanusiaan dan cinta kepada para penontonnya.
White Bird dan Wonder
Meskipun kedua film ini berasal dari semesta cerita yang sama, keduanya menawarkan perspektif dan fokus yang berbeda. Wonder berpusat pada perjalanan Auggie menghadapi diskriminasi karena penampilannya, sementara White Bird mendalami tema pengampunan dan keberanian melalui pengalaman Julian dan neneknya.
Wonder menekankan empati dan penerimaan dalam konteks sekolah modern. Sementara White Bird membawa penonton ke masa lalu dengan nuansa sejarah dan romansa di era Nazi.
Keduanya sama-sama menggali perubahan pribadi. Akan tetapi, film White Bird menyajikan pesan yang lebih dewasa tentang cinta dan pengorbanan dalam kondisi ekstrem. Penasaran dengan lanjutan ceritanya? Segera saksikan White Bird di bioskop kesayangan Anda. (R10/HR-Online)