harapanrakyat.com,- Polres Garut, Jawa Barat mengeluarkan data hasil evaluasi Operasi Zebra tahun 2024. Dari hasil evaluasi tersebut diketahui data pelanggaran dan angka kecelakaan selama operasi zebra yang dilakukan Polres Garut dinyatakan turun dibandingkan tahun 2023.
Baca Juga: Asik Ngamar dengan ASN, Oknum Polisi di Garut Digerebek Warga
Operasi zebra yang dilakukan serentak di Garut, Jawa Barat, telah selesai dilakukan petugas kepolisian. Petugas mencatat lewat evaluasi operasi zebra tahun 2024, yang dilakukan selama 14 hari, angka fatalitas korban kecelakaan nihil, dan data teguran kepada pelanggar turun cukup besar.
“Pada operasi zebra tahun 2023 sebanyak 11 kejadian kecelakaan, untuk tahun 2024 turun menjadi 7 kejadian, fatalitas korbannya di tahun 2023 ada 4 orang meninggal, di tahun 2024 nihil,” kata Iptu Aang Andi, Kasat Lantas Polres Garut, Selasa (29/10/2024).
Selain turun angka fatalitas, tingkat kesadaran pengguna kendaraan pun sudah mulai membaik. Jumlah teguran pada tahun 2023 sebanyak 36.000, sementara pada tahun 2024 hanya 4.000 teguran saja.
“Kesadaran masyarakat meningkat, indikator dari jumlah teguran di tahun 2023 sebanyak 36.000 teguran, di tahun 2024 hanya 4.000,” tambahnya.
Tingkat pelanggaran lalu lintas di operasi zebra 2024 masih didominasi pengendara roda 2. Pelanggar tak mengenakan helm masih tercatat tinggi dengan jumlah 1.600 pelanggar.
“Pelanggaran tertinggi ada di penggunaan helm, tahun 2023 sebanyak 7.000 pelanggaran, di tahun 2024 ada 1.600 pelanggaran, semua aspek pelanggaran menurun,” jelasnya.
Baca Juga: Perampokan SPBU di Garut, 3 Pelaku Jaringan Antar Provinsi Dilumpuhkan Timah Panas
Selain helm, curva pengguna knalpot bising yang mayoritas pelanggarnya adalah kaum remaja. Ada 323 pelanggar jenis ini yang ditindak tegas petugas selama 14 hari kerja operasi zebra 2024.
“Untuk penggunaan knalpot bising tahun 2023 ada 382 pelanggar, di tahun 2024 turun di angka 323. Untuk pelanggar ini didominasi pengendara yang berusia remaja,” tutupnya. (Pikpik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)