harapanrakyat.com,- Diduga tertipu arisan dan investasi bodong hingga miliaran rupiah, sejumlah emak-emak mendatangi kantor Polres Kota Banjar, Polda Jabar, untuk melaporkan salah seorang perempuan berinisial KN, Senin (14/10/2024).
Perempuan berinisial KN tersebut diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan uang dari puluhan member dengan modus arisan serta investasi bodong.
Baca Juga: Daya Beli Masyarakat di Kota Banjar Melemah, Pengamat Ekonomi: Harus Ada Intervensi Pemerintah
Salah seorang korban, Ita Irawati mengatakan, ia mengikuti arisan uang dan barang kurang lebih sejak tujuh bulan lalu. Dengan total kerugian materi mencapai Rp 10 juta lebih.
“Saya ikut arisan uang per 20 hari Rp 500 ribu, terus arisan uang juga ikut dua nama, ada juga arisan sepeda listrik masuk empat bulan, dan arisan handphone sudah masuk tiga bulan,” kata Ita Irawati.
Ia menjelaskan, dirinya sudah berusaha untuk menghubungi dan mendatangi rumah terduga pelaku, akan tetapi tidak ada.
“Saya dateng ke rumahnya yang di Randegan ada kakak suaminya, tapi yang bersangkutan nggak ada. Sedangkan rumah itu sudah kosong ditinggalkan,” jelasnya.
Korban lainnya, Aldi Kristian menyampaikan, awalnya ia hanya ikut menabung di terduga pelaku, akan tetapi setelah itu KN mengadakan arisan untung di nomor terakhir.
“Sebetulnya yang ikutan arisan itu orang tua saya, tapi beberapa tahun lalu saya juga pernah ikut belum ada arisan yang untung cuma nabung saja. Makin ke sini ngadain arisan untung di nomor akhir,” ucapnya.
Namun, seiring berjalannya waktu yang seharusnya orang tua korban mendapat pencairan akan tetapi terduga pelaku tidak bisa dihubungi dan sulit ditemui.
“Ternyata sekian lama jadi malah bentuknya malah nipu. Sampai sekarang harusnya tanggal 7 sama 9 itu ada pencairan orang tua saya. Tapi orangnya dichat malah ceklis, ditelpon juga tidak diangkat. Sedangkan keluarganya pun angkat tangan tidak tahu,” paparnya.
Korban Arisan dan Investasi Bodong di Kota Banjar Capai Puluhan Orang
Sementara itu, berdasarkan informasi, korban dengan modus arisan dan investasi bodong tersebut mencapai puluhan orang.
“Kira-kira kalau diperhitungkan banyak juga sih pak puluhan orang ada. Karena ada juga yang bilang total kerugian dari semua sampai satu miliar lebih bawa uang orang. Karena terbilang satu korbannya bukan uang sedikit rata-rata puluhan juga. Apalagi dia juga ngadain dana pinjam yang seakan-akan dia narik investor lalu dipinjamkan ke orang,” pungkasnya. (Sandi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)