Budidaya merak hijau relatif mudah dan tidak memerlukan lahan yang luas. Di Indonesia, banyak pelaku usaha yang telah menjalankan budidaya ternak ini. Mereka mengungkapkan bahwa profit yang diperoleh seindah corak bulu merak itu sendiri.
Baca Juga: Budidaya Ikan Lemon, Peluang Usaha dengan Keuntungan Tinggi
Peluang usaha jenis burung ini semakin menarik karena permintaan yang tinggi dan biaya pemeliharaan yang terjangkau. Hal itu memungkinkan peternak fokus pada pengembangan dan penjualan.
Budidaya Merak Hijau dengan Langkah Mudah
Beternak merak hijau (Pavo muticus) dapat menjadi usaha yang menarik, terutama karena burung ini termasuk plasma nutfah asli Indonesia dan tergolong satwa dilindungi.
Untuk itu, jika Anda hendak memeliharanya, maka Anda perlu mendapatkan izin resmi, seperti sertifikat yang disahkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Bagi mereka yang tertarik untuk memulai usaha ini, berikut adalah beberapa panduan dasar dalam beternak merak hijau.
Pemilihan Rasio Induk
Saat memulai beternak merak, penting untuk memperhatikan rasio antara merak jantan dan betina. Idealnya, satu pejantan dapat Anda pasangkan dengan tiga hingga empat betina.
Namun, jumlah ini sangat bergantung pada ukuran kandang. Jika kandang cukup luas, Anda bisa memaksimalkan jumlah betina. Akan tetapi jika ruang terbatas, sebaiknya cukup satu atau dua betina.
Kandang yang Tepat
Kandang penangkaran harus Anda rancang dengan mempertimbangkan kebutuhan merak. Ukuran minimal kandang yang bagus adalah 3×3 meter dengan tinggi 3 meter untuk satu pejantan dan satu hingga dua betina.
Untuk kandang yang lebih besar, seperti berukuran 5×5 meter, Anda dapat menempatkan hingga empat betina. Kandang perlu Anda lengkapi dengan tangkringan sebagai tempat istirahat dan tidur merak.
Selain itu, penting untuk melapisi alas kandang dengan pasir. Pasir tidak hanya membantu merak dalam proses pencernaan saja.
Akan tetapi juga menjaga kebersihan kandang karena membantu kotoran cepat kering dan hancur. Pasir juga bermanfaat untuk mandi pasir, yang membantu merak menghilangkan kutu-kutu pada bulunya.
Fase Produksi Merak
Cara budidaya merak hijau ialah tahapan produksi. Fase produksi merak biasanya terjadi sekali dalam satu musim, yang berlangsung sekitar enam bulan (Agustus – Februari).
Dalam satu musim, merak betina bisa mengalami 3-4 periode peneluran, dengan jumlah telur bervariasi antara 3-8 butir, tergantung spesies dan kondisi genetik. Masa pengeraman berlangsung sekitar 27-31 hari, dan proses perawatan anak hingga lepas sapih memerlukan waktu sekitar tiga bulan.
Baca Juga: Cara Ternak Cucak Rowo yang Berpeluang Sukses
Agar jumlah telur meningkat, ada teknik khusus yang dapat Anda lakukan. Salah satunya adalah dengan mengambil telur dari sarang segera setelah induk bertelur.
Sehingga merak betina akan terus memproduksi telur tanpa mengerami. Dengan cara ini, jumlah telur yang dihasilkan dapat mencapai hingga 15-20 butir dalam satu musim.
Perawatan dan Pemeliharaan
Merak membutuhkan perawatan yang baik, termasuk pemberian pakan yang berkualitas. Lingkungan kandang juga harus dijaga kebersihannya untuk menghindari penyebaran penyakit.
Merak yang sehat akan menunjukkan perilaku aktif dan nafsu makan yang baik. Dengan begitu penting untuk memperhatikan tanda-tanda kesehatan burung secara keseluruhan.
Dengan manajemen yang baik, beternak merak dapat menjadi kegiatan yang tidak hanya bermanfaat secara ekonomi, tetapi juga membantu melestarikan satwa asli Indonesia.
Peluang Usahanya
Budidaya merak hijau merupakan usaha yang menjanjikan keuntungan tinggi. Harga jual burung dewasa yang telah berusia lebih dari dua tahun berkisar antara belasan hingga puluhan juta rupiah per ekor, bergantung pada ukuran dan keindahan bulu.
Selain burung, telur merak juga bernilai jual tinggi, terutama untuk penetasan, sehingga memberikan peluang keuntungan dari dua sumber. Permintaan merak hijau di pasar domestik dan internasional cukup tinggi. Terutama dari kolektor burung hias, kebun binatang, dan hotel mewah yang ingin menambah daya tarik.
Dengan persaingan yang belum ketat, peluang bagi peternak baru terbuka lebar. Biaya pemeliharaan merak hijau relatif rendah karena mereka tidak memerlukan perawatan rumit.
Pakan seperti biji-bijian dan sayuran mudah Anda temukan. Selain itu, burung ini tahan terhadap perubahan cuaca jika Anda berikan kandang yang sesuai. Pemeliharaan yang baik membantu mengurangi risiko penyakit.
Hal itu memungkinkan fokus pada pembiakan dan penjualan. Selain menjual burung dan telur, bulu merak dapat Anda manfaatkan untuk produk kerajinan, memberikan peluang diversifikasi pendapatan.
Baca Juga: Peluang Usaha Cepat Kaya dengan Budidaya Keong Sawah
Budidaya merak hijau juga berkontribusi pada konservasi dan edukasi, dapat membuka peternakan untuk kunjungan umum sehingga meningkatkan kesadaran masyarakat. Dengan manajemen yang baik, usaha ini dapat menjadi bisnis yang menguntungkan dan berkelanjutan. (R10/HR-Online)