harapanrakyat.com,- Ratusan peserta di Kota Banjar, Jawa Barat, telah mengikuti paket pelatihan kerja berbasis kompetensi di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja Kota Banjar, Jawa Barat.
Lantas apakah para peserta yang telah mengikuti pelatihan kerja tersebut langsung mendapat penempatan kerja di perusahaan?
Kepala UPTD BLK Kota Banjar, Doni Ismaya mengatakan, pada tahun ini balai latihan kerja membuka sebanyak 44 program pelatihan kompetensi untuk warga masyarakat.
Sebanyak 44 program paket pelatihan kerja tersebut terdiri dari anggaran pemerintah pusat atau APBN 24 paket dan APBD Kota Banjar tahun 2024 sebanyak 20 paket.
Jumlah paket pelatihan dari APBN tersebut meningkat drastis dibandingkan tahun lalu saat itu hanya 9 paket. Adapun program pelatihan yang telah dilaksanakan yaitu 34 paket dengan jumlah peserta 544 orang.
“Untuk program pelatihan yang bersumber dari APBN itu dibagi 4 tahap dan sekarang sudah masuk tahap ke empat,” kata Doni Selasa (8/10/2024).
Lanjutnya menyebutkan, sejumlah program pelatihan yang telah dilaksanakan tersebut di antaranya pelatihan menjahit, desain grafis, tata rias, barista, pengolahan tembakau dan pelatihan lainnya.
Saat ini masih ada 10 paket pelatihan kerja yang bersumber dari APBD Kota Banjar yang masih menunggu anggaran untuk proses pelaksanaan.
“Untuk program pelatihan yang bersumber dari APBD Kota Banjar semua pelaksanaan kegiatannya di masing-masing desa/kelurahan,” ungkapnya.
Baca juga: Sejumlah Komoditas Ini di Kota Banjar Alami Deflasi, Daya Beli Melemah?
Kepala BLK Kota Banjar Sebut Ada 100 Penempatan
Doni menyampaikan, para peserta yang telah mengikuti pelatihan kerja tersebut sebagian telah penempatan kerja di perusahaan-perusahaan. Juga ada yang membuka usaha secara mandiri.
Rencananya nanti di bulan November juga akan ada seleksi penempatan kerja di Uni Emirat Arab sebanyak 100 orang. Selain itu juga ada permintaan tenaga kerja untuk bidang las di perusahaan di Karawang.
Pihaknya berharap ke depan program pelatihan kerja dapat memprioritaskan potensi daerah untuk pemberdayaan masyarakat desa/kelurahan supaya memiliki keahlian dan bisa membuka usaha mandiri
“Untuk program pelatihan kerja yang lain lebih memprioritaskan potensi daerah untuk pemberdayaan masyarakat desa/kelurahan supaya mereka memiliki keahlian dan bisa membuka usaha mandiri,” pungkasnya. (Muhlisin/R8/HR Online/Editor Jujang)