Sejarah Tegalega Bandung merupakan salah satu tempat ikonik yang menyimpan banyak peristiwa penting bagi kota ini. Terletak tidak jauh dari pusat kota, taman ini menjadi saksi bisu dari berbagai peristiwa yang membentuk sejarah Bandung. Di balik fungsinya sebagai ruang terbuka hijau, tersimpan kisah panjang yang layak untuk kita ketahui lebih dalam.
Baca Juga: Sejarah Pasar Senggol Selang, Warisan yang Terus Hidup
Pada masa kolonial Belanda, Tegalega terkenal sebagai Tegallega Race Terrein, sebuah lapangan pacuan kuda. Masyarakat Eropa di Bandung sering mengadakan pacuan kuda sebagai bagian dari budaya sosial mereka.
Sejarah Tegalega Bandung sebagai Arena Pacuan Kuda
Acara pacuan kuda di Tegalega menjadi hiburan utama bagi kaum kolonial yang ingin bersantai di akhir pekan. Selain itu, warga lokal mulai mengenal kegiatan ini dari penduduk Eropa yang memperkenalkannya.
Sejarah Tegalega sebagai arena pacuan kuda tak bisa kita pisahkan dari sosok pengusaha perkebunan teh di wilayah Priangan. Salah satunya adalah EJ Kerkhoven, pemilik Perkebunan Teh Sinagar.
Ia memiliki puluhan kuda pacu yang sering memenangkan lomba. Kehadirannya menambah daya tarik arena tersebut, membuat pacuan kuda di Tegalega semakin populer di kalangan masyarakat elit.
Preanger Wedloop Societet dan Pesta Kolonial
Sejarah Tegalega Bandung tidak lepas dari perayaan besar yang disebut Preanger Wedloop Societet. Perayaan ini berlangsung selama tiga hari untuk memperingati ulang tahun Ratu Belanda Wilhelmina dan Ibu Suri Ratu Emma.
Keluarga elit Belanda serta masyarakat Eropa lainnya berpartisipasi dalam acara ini. Mereka datang dari berbagai daerah, termasuk Batavia, Bogor, dan Sukabumi.
Acara ini menjadi pusat perhatian warga sekitar. Sepanjang jalan menuju Tegalega dihiasi dengan umbul-umbul dan berbagai dekorasi.
Tidak hanya kuda yang diperlombakan, para wanita Eropa juga berlomba-lomba memamerkan kekayaan dan gaya hidup mereka. Hal ini sering menimbulkan masalah, karena banyak keluarga yang menghadapi perselisihan setelah acara selesai.
Perubahan Fungsi Tegalega di Abad Ke-20
Memasuki abad ke-20, sejarah Tegalega Bandung mulai berubah fungsi. Pemerintah kolonial menutup lapangan ini untuk kegiatan rapat organisasi nasionalis.
Salah satu peristiwa penting yang terjadi di sini adalah ketika pemuda Soekarno berpidato dalam rapat besar organisasi Sarekat Islam. Pidatonya dibubarkan oleh polisi kolonial karena dianggap menghasut rakyat.
Pada tahun 1990, Pemerintah Kota Bandung melakukan revitalisasi terhadap kawasan ini. Monumen peringatan Bandung Lautan Api dibangun untuk mengenang peristiwa heroik warga Bandung dalam melawan penjajah. Sejak saat itu, lapangan ini menjadi tempat penting dalam sejarah perjuangan Indonesia, khususnya bagi warga Bandung.
Seiring berjalannya waktu, Tegalega menjadi taman kota yang berfungsi sebagai ruang publik. Taman ini menawarkan fasilitas olahraga seperti jogging track, lapangan sepak bola, dan area untuk senam.
Masyarakat Bandung sering memanfaatkan tempat ini untuk berolahraga di pagi dan sore hari. Kehadiran monumen api yang membara juga menjadi daya tarik utama taman ini.
Baca Juga: Sejarah Sekaten Solo, Tradisi Melalui Seni dan Budaya
Sejarah Tegalega Bandung kini menjadi salah satu paru-paru hijau di Kota Bandung. Dengan luas mencapai 19,6 hektar, taman ini memiliki berbagai jenis tanaman dan pepohonan. Selain sebagai tempat berolahraga, Tegalega juga menjadi destinasi wisata yang ramai warga maupun wisatawan yang ingin bersantai di tengah suasana hijau kunjungi.
Lokasi Strategis Taman Tegalega
Taman Tegalega terletak di Jl. Otto Iskandardinata, yang hanya berjarak sekitar 2,4 kilometer dari Alun-Alun Bandung. Lokasinya yang strategis membuatnya mudah masyarakat dari berbagai wilayah jangkau. Akses masuk ke taman ini juga gratis, sehingga masyarakat dapat menikmati fasilitas yang tersedia tanpa biaya.
Keberadaan taman ini tidak hanya penting dari segi rekreasi, tetapi juga dari segi sejarah. Sejarah Tegalega Bandung terus hidup di dalam monumen dan kawasan taman yang kini telah menjadi simbol perjuangan rakyat Bandung. Oleh karena itu, masyarakat yang berkunjung tidak hanya menikmati suasana taman, tetapi juga belajar tentang perjuangan bangsa.
Monumen Bandung Lautan Api
Monumen api yang berdiri di tengah Taman Tegalega memiliki makna yang sangat mendalam. Tempat ini bertujuan untuk memperingati peristiwa Bandung Lautan Api yang terjadi pada 24 Maret 1946.
Pada saat itu, warga Bandung membakar kota mereka sendiri sebagai bentuk perlawanan terhadap penjajah. Monumen ini menjadi simbol semangat juang rakyat Bandung yang tidak mau tunduk pada penjajah.
Baca Juga: Sejarah Istana Maimun, Peninggalan Bersejarah Kesultanan Deli
Sejarah Tegalega Bandung mencakup berbagai peristiwa penting yang membentuk identitas Kota Bandung. Monumen api yang berdiri tegak di tengah taman menjadi saksi bisu perjuangan warga Bandung. Kini, Tegalega bukan hanya sekadar tempat berolahraga dan bersantai, tetapi juga menjadi pengingat akan sejarah panjang perjuangan bangsa. (R10/HR-Online)