Sejarah Kerajaan Samudera Pasai tercatat sebagai kerajaan islam pertama di bumi Nusantara. Samudera Pasai dicetuskan oleh Marah Silu pada tahun 1267. Marah Silu kemudian berganti nama menjadi Sultan Malik As Saleh setelah memeluk agama Islam.
Baca Juga: Sejarah Kerajaan Bolaang Mongondow dan Masa Kejayaannya
Kerajaan Samudera Pasai berdiri di wilayah Aceh. Keberadaannya dibuktikan oleh penemuan makam raja-raja Pasai di kampung Geudong, Aceh Utara. Penemuan ini memberikan bukti sejarah yang kuat tentang kejayaan kerajaan tersebut.
Polemik Sumber Pendiri dan Awal Berdirinya Sejarah Kerajaan Samudera Pasai
Menurut perkiraan, Kerajaan Samudera Pasai berdiri lebih dahulu daripada Dinasti Utsmani di Turki yang berdiri pada tahun 1297 masehi. Sejarah berdirinya Samudera Pasai, merujuk dari beberapa catatan yakni, Marcopolo, Ibnu Batutah, serta beberapa tulisan dari para ahli sejarah di Eropa.
Pendiri Kerajaan Samudra Pasai
Catatan Marcopolo menerangkan bahwa ia melihat kerajaan Islam yang berkembang sangat pesat. Perkiraannya, kerajaan tersebut adalah Samudera Pasai dengan ibukotanya di Pasai.
Sedangkan menurut para ahli sejarah di Eropa, Samudera Pasai muncul sekitar abad ke 13. Raja pertamanya yakni Sultan Malik Al Saleh. Pengangkatan raja pertama Samudra Pasai ini, tak lepas dari pengaruh Nazimuddin Al Kamil, laksamana laut dari Mesir.
Pada tahun 1238 Masehi, Nazimuddin Al Kamil mendapatkan perintah dari Kesultanan Mamluk (Kairo) untuk merebut pelabuhan Kambayat. Pelabuhan tersebut terletak di wilayah Gujarat India.
Nazimuddin Al Kamil kemudian mengangkat Marah Silu sebagai raja pertama dalam sejarah Kerajaan Samudera Pasai. Marah Silu diangkat sebagai raja pada tahun 1267 dengan gelar Sultan Malikussaleh atau Sultan Malik Al Saleh.
Di samping itu, beberapa sumber menyebutkan kisah yang berbeda tentang bagaimana Sultan Malik Al Saleh mendapatkan gelarnya. Para ahli sejarah di Eropa menjelaskan bahwa Nazimuddin Al Kamil adalah seorang laksamana laut dari Mesir yang berasal dari Dinasti Fatimiyah.
Nazimuddin Al Kamil berhasil menaklukkan kerajaan Hindu Budha yang berada di Aceh. Setelah itu, ia mendirikan sebuah kerajaan baru di Pasai.
Johan Jani Menguasai Pasai
Setelah wafatnya Nazimuddin Al Kamil, seorang laksamana bernama Johan Jani yang berasal dari Pulau We menguasai Pasai. Johan Jani berasal dari Dinasti Mamluk, dinasti yang menggantikan Dinasti Fatimiyah.
Johan Jani berniat merebut kerajaan dari para pendahulunya. Dinasti Mamluk kemudian mengutus dua pendakwah, Syaikh Ismail dan Fakir Muhammad. Keduanya merupakan pendakwah yang berada di Pantai Barat India lalu bergerak ke Pasai.
Baca Juga: Tujuan Ekspedisi Pamalayu Singasari ke Kerajaan Melayu
Di Pasai, dua pendakwah tersebut bertemu dengan Marah Silu yang merupakan salah satu anggota angkatan perang di Kerajaan Pasai. Syaikh Ismail dan Fakir Muhammad kemudian membujuk Marah Silu untuk memeluk agama Islam.
Setelah menerima ajakan tersebut, Marah Silu mendirikan Kerajaan Samudera. Ia kemudian menjadi raja pertama Kerajaan Samudera. Kerajaan tersebut terletak di sebelah kiri sungai Pasai yang menghadap ke Selat Malaka.
Sultan Malik Al Saleh Menikah dengan Putri Ganggang Sari
Sultan Malik Al Saleh kemudian menikah dengan putri Ganggang Sari. Ia adalah keturunan dari Sultan Aladdin Muhammad Amin yang berasal dari Kerajaan Perlak. Semenjak saat itu, dua kerajaan Islam tersebut bergabung menjadi satu dengan nama Kerajaan Samudera Pasai.
Nama sejarah Kerajaan Samudera Pasai sebenarnya berasal dari istilah Samudera Aca Pasai yang berarti “Kerajaan Samudera yang baik.” Ibu kota kerajaan ini terletak di Pasai.
Setelah Sultan Malik Al Saleh meninggal dunia, takhta kerajaan diwariskan kepada putranya, Sultan Muhammad atau Malik Al Tahir. Pemerintahannya berawal dari tahun 1297 M hingga 1326 M.
Semasa pemerintahannya, Sultan Malik Al Saleh mendapatkan gelar sebagai “Al Malikush Zhahir”. Sedangkan putranya mendapatkan gelar “Al Malikul Mansu Azh Zahir”.
Kedua gelar tersebut digunakan oleh Sultan Mamalik kedua yang berada di Mesir yaitu, Al Malikuz Zahir Bibars. Pemerintahannya berlangsung dari tahun 1260 hingga 1277.
Al Mansur adalah gelar yang diberikan oleh Sultan Mamalik ketiga. Sebagai tambahan informasi, anak dari Sultan Malik Al Saleh menjadi Sultan kedua di Kerajaan Samudera Pasai. Ia terkenal dengan nama kecil Raja Muhammad.
Baca Juga: Sejarah Kerajaan Haru, Sempat Berjaya pada Masanya
Dari dua sumber tersebut, dapat kita simpulkan bahwa pendiri yang mendapat pengakuan dalam sejarah Kerajaan Samudera Pasai adalah Marah Silu atau Sultan Malik Al Saleh. Ia menjadi pendiri sekaligus raja pertama dari Samudera Pasai. (R10/HR-Online)