harapanrakyat.com,- Area persawahan mengalami kekeringan, petani di Desa Selasari, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terancam gagal panen.
Sekretaris Desa Selasari Herman mengatakan para petani di wilayahnya kini sedang galau karena tanaman padi mereka mengalami kekeringan. Awalnya, pada saat hujan petani mulai menggarap lahan sawah dan menanam padi, karena melihat air mengalir cukup deras di saluran irigasi.
Kemudian, setelah tanaman padi sudah tumbuh, justru cuaca yang semestinya sudah hujan malah panasnya luar biasa. Akibatnya, pasokan air dari irigasi tidak mencukupi mengakibatkan sawah mengalami kekeringan.
Baca Juga: Musim Kemarau, Sejumlah Sawah di Kota Bandung Alami Kekeringan
“Awalnya hujan dan air mulai mengalir di saluran irigasi. Tapi sekarang kembali kemarau dan air dari saluran irigasi pun kembali surut. Akhirnya sawah tidak mendapat air dan mengering,” ujar Herman, Kamis (19/9/2024).
Menurut Herman, bencana kekeringan adalah fenomena alam yang erat kaitannya dengan ketersediaan air yang menurun. Sehingga berdampak besar terhadap tanaman padi sawah. Petani Desa Selasari pun kini galau karena terancam gagal panen akibat kekeringan.
“Ya, kekeringan dapat menimbulkan dampak terhadap produktivitas lahan sawah. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan mengakibatkan gagal panen,” jelasnya.
Herman mengatakan para petani berharap hujan dapat segera turun dalam waktu dekat. Sehingga tanaman padi yang sebagian mulai mengering itu dapat terselamatkan. Meski pun tanaman padi itu kemungkinan tidak akan tumbuh maksimal.
Guna mengantisipasi terjadinya kekeringan pada persawahan, maka perlu adanya mitigasi seperti perluasan jaringan irigasi. Baik berupa irigasi tetes, irigasi selang dan irigasi parit, serta pemerintah harus menetapkan sistem asuransi yang menarik bagi petani. (Dji/R9/HR-Online/Editor-Dadang)