harapanrakyat.com,- Potret dan cerita pilu Irah (52), warga miskin di RT 04/06, Dusun Ciroyom, Desa Gereba, Kecamatan Cipaku, Ciamis, Jawa Barat, sungguh menyayat hati.
Sebab, Irah sudah hidup miskin juga menghuni rumah berukuran kecil yang kondisinya sangat memprihatinkan.
Baca Juga: Jumlah Orang Miskin di Ciamis Capai 93.960, BPS: Tahun 2022 Turun tapi Tidak Signifikan
Bahkan, untuk menyambung hidupnya hanya bergantung dari bantuan pemerintah dan uluran tangan dari orang lain.
Perangkat Desa Gereba, Usman Ali mengatakan, sesuai dengan program, berbagai macam bantuan telah pihaknya salurkan.
Namun, karena keterbatasan anggaran kemampuan Desa Geraba, Ciamis, pihaknya pun hanya sebatas memberi bantuan langsung tunai dari dana desa kepada warga miskin tersebut.
“Bahkan selama tiga tahun berturut-turut diprioritaskan,” katanya kepada harapanrakyat.com, Rabu (11/09/2024).
Usman menjelaskan, Irah bukan hanya tinggal di rumah yang kondisinya sudah sangat memperhatikan. Namun juga, mengidap penyakit bawaan tidak bisa berjalan.
“Jadi Ibu Irah ini juga untuk jalan harus ngesot,” jelasnya.
Menyikapi ada warga Desa Geraba yang masih miskin, Usman pun berharap kepada calon Bupati dan wakil Bupati Ciamis, untuk memperhatikan dan memprioritaskan kondisi tersebut.
Baca Juga: Pemkab Klaim Angka Kemiskinan di Kabupaten Bandung Menurun
Sebab menurutnya, kondisi warga yang miskin di Desa Geraba, Ciamis, tidak hanya dialami oleh Irah saja. Akan tetapi juga ada warga lainnya yang kekurangan dalam hal ekonomi termasuk huniannya atau rumah.
“Ya, atas nama pribadi maupun pemerintah desa berharap, Pemkab Ciamis memperhatikan terus. Supaya angka kemiskinan di tatar Galuh Ciamis menurun,” harapnya.
“Sebab, meskipun berbagi bantuan dari pemerintah digelontorkan, terkadang pendistribusiannya kurang pas atau tidak tepat peruntukannya,” pungkasnya. (Dji/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)