harapanrakyat.com – Guru dan murid di MTs YPP Darul Hikam, Kiangroke, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengikuti pelatihan optimalisasi laboratorium sekolah. Pelatihan tersebut digelar tim PKM Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Bandung (Polban), beberapa waktu lalu.
Baca Juga : Mahasiswa Unla Bandung Lakukan Analisa Penanganan Persoalan Sampah Lingkungan Masyarakat
Kepala MTs YPP Darul Hikam, KH. Deden Muzhofar mengakui fungsi laboratorium sekolah merupakan bagian terpenting menunjang proses belajar murid, khususnya praktikum IPA. Ia juga mengapresiasi upaya tim PKM Jurusan Teknik Kimia Polban yang terdiri dari 5 dosen dan 5 mahasiswa saat memberikan pelatihan tersebut.
“Laboratorium merupakan tempat belajar mengajar melalui aktivitas praktikum di sekolah. Aktivitas tersebut melibatkan interaksi antara siswa dan guru menggunakan peralatan laboratorium dan bahan-bahan pendukung praktikum. Kami sangat mengapresiasi atensi tim PKM Teknik Kimia Polban kepada sekolah kami,” ungkapnya.
Deden mengakui, pelatihan penguatan fungsi laboratorium sekolah pada 23 Mei 2024 dan 1 Agustus 2024 lalu, memberi pandangan penting. Tentunya dalam hal pentingnya penggunaan peralatan laboratorium dan bahan-bahan pendukung praktikum.
“Sesuai tujuannya, kegiatan itu adalah pelatihan bagi para guru agar memiliki kompetensi untuk menerapkan manajemen administrasi kegiatan praktikum. Kemudian, menyusun dokumen keselamatan kerja laboratorium, serta melakukan pemetaan dan pembuatan perangkat praktikum. Hal itu menjadi tambahan pemahaman kami terkait optimalisasi fungsi laboratorium sekolah,” tuturnya.
Tim PKM Polban dalam pelatihan itu memberikan beberapa materi, baik kepada guru maupun peserta didik di MTs Darul Hikam. Bahkan, dalam pelatihan tersebut, tim juga menggelar praktik pembuatan sabun kepada peserta pelatihan.
Baca Juga : Akademisi Unigal Soroti Industrialisasi Sektor Pendidikan
Materi Pelatihan Laboratorium Sekolah dan Workshop
Salah satu tim PKM Jurusan Teknik Kimia Polban, Robby Sudarman memberikan pelatihan manajemen administrasi praktikum kepada para guru. Ia menyampaikan tata cara pengelolaan kegiatan praktikum yang terstruktur dan terintegrasi dengan baik.
“Inti materi tersebut adalah penguatan tentang empat fungsi manajemen laboratorium, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengorganisasian. Kemudian identifikasi tata letak ruang dan persyaratan utilitas, pengelolaan dan penyimpanan alat dan bahan laboratorium. Tidak kalah pentingnya juga mengenai penyusunan tata tertib penggunaan laboratorium, khususnya di sekolah,” ucap Robby dalam keterangan resminya, Senin (2/9/2024).
Selanjutnya, pelatihan berlanjut dengan penjelasan kesehatan dan keselamatan kerja laboratorium oleh tim PKM lainnya. Pelatihan ini bertujuan memberikan wawasan terkait potensi dan risiko bahaya selama praktikum serta manajemen pencegahan dan penanganan ketika bahaya terjadi.
“Dalam melaksanakan praktikum, keselamatan kerja merupakan hal utama yang penting kita perhatikan. Siswa yang belum terampil menggunakan alat gelas dan bahan kimia, sangat berisiko mengalami kecelakaan kerja. Selain itu, potensi bahaya kebakaran juga dapat terjadi terutama pada praktikum yang melibatkan api dan peralatan listrik,” ucap Rispiandi, tim PKM lainnya.
“Oleh karena itu, guru dan siswa harus memiliki pengetahuan terkait keselamatan kerja laboratorium sekolah. Hal itu agar dapat melindungi diri dan cepat tanggap apabila terjadi kecelakaan kerja,” Rispiandi menambahkan. (Ecep/R13/HR Online)