harapanrakyat.com,- Humbut langkap merupakan tumbuhan yang tumbuh di kawasan hutan Pulo Majeti di lingkungan Siluman, Kelurahan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat. Tumbuhan ini ternyata jadi bahan olahan kuliner langka.
Tanaman yang tumbuh secara alami di kawasan hutan Pulo Majeti itu juga disebut menjadi penyimpan cadangan air kawasan hutan.
Ketua Kawargian Pulo Majeti, Emed Setiawan menjelaskan, humbut langkap sudah tumbuh di kawasan hutan Pulo Majeti sejak puluhan tahun yang lalu. Tumbuhan itu terus lestari hingga sekarang ini.
Warga di lingkungan Pulo Majeti juga sudah sejak lama memanfaatkan pohon humbut sebagai olahan makanan. Pohon tersebut cukup banyak dan tumbuh dengan sendirinya.
“Humbut langkap sangat banyak sekali untuk dikonsumsi dan tidak akan habis kecuali jika diproduksi secara besar-besaran. Maka kami perlu merawatnya,” kata Emed, Sabtu (28/9/2024).
Baca Juga: Asal Usul Makanan Humbut Langkap Pulo Majeti Kota Banjar, Ditetapkan Jadi KIK oleh Kemenkumham RI
Warga mulai memanfaatkan tumbuhan ini sebagai olahan makanan sekitar tahun 1970-an. Saat itu kondisi perekonomian pemerintah masih lemah. Masyarakat setempat masih banyak yang kekurangan pangan. Tanaman padi juga hanya bisa satu kali panen dan itu pun ketika cuacanya bagus tidak ada banjir.
Warga kemudian memanfaatkannya menjadi olahan makanan berupa sayur. Ia pun mengaku masih menyaksikan kondisi tersebut saat masih kecil.
“Awal mula masakan humbut langkap itu pada tahun 70-an. Saat itu perekonomian masih lemah,” kata Emed.
“Saya sebagai pelaku pada saat itu masih kecil dibawa oleh orang tua saya ke hutan untuk mencari humbut itu. Ternyata dimasak rasanya enak,” ujarnya menambahkan.
Humbut Langkap Jadi Pelengkap Lauk Pauk
Sejak saat itu warga kemudian memanfaatkan humbut ini menjadi olahan makanan pelengkap lauk pauk. Seperti dijadikan gulai, oseng dan masakan lainnya.
Meski begitu, tumbuhan tersebut hanya dimanfaatkan oleh warga lokal setempat. Tidak diproduksi secara komersial secara besar-besaran karena dikhawatirkan nanti akan punah.
Ia pun berharap ke depan pemerintah bisa melestarikan tumbuhan humbut langkap. Selain bermanfaat untuk tanaman pangan juga berfungsi untuk menyimpan cadangan air.
“Humbut langkap dimasak jadi gulai bisa sayur oseng juga bisa tinggal bumbu dan selera masaknya. Cuman sekarang belum dijual secara luas karena itu butuh produksi khusus secara besar-besaran,” pungkasnya. (Muhlisin/R9/HR-Online/Editor-Dadang)