Sabtu, April 5, 2025
BerandaBerita NasionalFenomena Kotak Kosong di Pilkada 2024, Pilihan Rasional atau Efisiensi Anggaran?

Fenomena Kotak Kosong di Pilkada 2024, Pilihan Rasional atau Efisiensi Anggaran?

harapanrakyat.com,- Dalam Pilkada 2024, munculnya fenomena calon tunggal atau kotak kosong di berbagai kabupaten/kota mengundang perhatian.

Wawan Sobari, seorang pengamat politik dari Universitas Brawijaya Malang, turut berpendapat terkait fenomena tersebut.

Baca Juga: Airin Rachmi Diany vs Andra Soni, Peluang di Pilkada Banten 2024 Masih Dinamis

Menurut Wawan, keputusan partai politik untuk tidak mengajukan calon lawan dalam Pilkada, merupakan pilihan yang rasional dan mempertimbangkan berbagai faktor. Termasuk, popularitas calon dan efisiensi anggaran.

Wawan mengungkapkan, partai politik menghindari persaingan jika calon petahana memiliki basis dukungan yang kuat, seperti di Kota Surabaya dan Trenggalek. Kondisi ini membuat partai berpikir dua kali, untuk mengusung kandidat lain, mengingat risiko kekalahan yang tinggi.

“Contohnya di Surabaya, partai politik menghitung bahwa akan sulit mengalahkan calon dari PDI Perjuangan. Sebab Surabaya merupakan basis kuat partai tersebut,” ujar Wawan, Sabtu (7/9/2024).

Selain itu Wawan mengatakan, anggaran politik menjadi salah satu pertimbangan penting.

Dengan Pilkada 2024 yang berdekatan dengan Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden, partai politik lebih berhati-hati dalam mengalokasikan sumber daya mereka. Risiko kerugian finansial, terutama jika calon tidak memiliki modal yang cukup kuat, menjadi alasan lain munculnya pilihan kotak kosong di Pilkada 2024.

“Tidak hanya kandidat, tetapi partai juga harus mengeluarkan anggaran yang besar. Jika hitung-hitungan tidak menguntungkan, lebih baik memilih opsi tanpa calon,” tambah Wawan.

Baca Juga: Akademisi Unigal Ciamis Sebut jika Masyarakat Pilih Kotak Kosong Sangat Rugi

Munculnya calon tunggal dalam Pilkada 2024 yang mengharuskan adanya pemilihan melawan kotak kosong tercatat di 41 daerah. Rincian, satu provinsi, 35 kabupaten, dan lima kota.

Beberapa wilayah dengan calon tunggal antara lain Provinsi Papua Barat, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Ciamis dan Kota Surabaya. (Feri Kartono/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Hari Jadi Desa Jajawar

Mengintip Keseruan Warga Ngubyag Balong Saat Hari Jadi Desa Jajawar Kota Banjar

harapanrakyat.com,- Mengintip keseruan masyarakat saat ngubyag balong atau menangkap ikan bersama-sama di empang dalam merayakan Hari Jadi Desa Jajawar ke-19, di Kecamatan Banjar, Kota...
Ratusan Penumpang Berdesakan Naik Bus di Terminal Ciakar Sumedang

Arus Balik Lebaran, Ratusan Penumpang Berdesakan Naik Bus di Terminal Ciakar Sumedang

harapanrakyat.com,- Lima hari pasca Lebaran, penumpang arus balik di Terminal Tipe A Ciakar Sumedang, Jawa Barat, mengalami lonjakan, Sabtu (5/4/2025). Bahkan, ratusan penumpang tampak...
Obyek Wisata Batu Peti

Obyek Wisata Batu Peti Kota Banjar Mulai Diminati Pengunjung Saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Momen libur Lebaran 2025, obyek wisata Batu Peti yang berlokasi di Dusun Muktiasih, Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, mulai banyak...
Kabinet Prabowo

Rumor Najwa Shihab Masuk Kabinet Prabowo, Diduga karena Absen Kritik Pemerintah

Jurnalis Najwa Shihab baru-baru ini menjadi perbincangan. Pasalnya Najwa dirumorkan akan masuk kabinet Prabowo. Dugaan tersebut muncul karena Najwa yang biasanya vokal mengkritik pemerintah,...
Tarian Bagi-bagi THR

Viral Tarian Bagi-bagi THR Mirip Tarian Bangsa Yahudi, Begini Asal Usulnya!

Salah satu tradisi masyarakat muslim di Indonesia yang tak bisa dihilangkan saat momen Idul Fitri yakni bagi-bagi tunjangan hari raya atau THR. Pada Lebaran...
Maxime Bouttier Melamar Luna Maya, Cinta Bersemi di Bawah Bunga Sakura

Maxime Bouttier Melamar Luna Maya, Cinta Bersemi di Bawah Bunga Sakura

Maxime Bouttier melamar Luna Maya belum lama ini. Kabar bahagia datang dari pasangan selebriti ternama Tanah Air. Maxime Bouttier resmi melamar kekasihnya, Luna Maya,...