harapanrakyat.com,- Agis, seorang bocah laki-laki yang berusia 12 tahun asal Desa Lumbungsari, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menjadi badut cilik.
Bocah yatim yang duduk di bangku kelas VII SMP ini setiap hari rela memakai kostum badut Marsha. Tujuannya demi membantu ekonomi keluarga. Ia melakukan hal tersebut setiap setelah pulang sekolah.
Meski di tengah terik matahari dengan kondisi panas di dalam kostum, Agis tetap melakukannya untuk menghibur orang-orang. Imbalannya ia bisa membawa pulang uang untuk ibunya. Agis mengaku menjadi badut cilik sejak bapaknya tiada.
“Sepulang sekolah pakai kostum badut Marsha di depan toko sekitar daerah Kawali. Intinya untuk bisa mendapatkan uang, sampai pukul 19.00 WIB,” ungkap Agis, Sabtu (14/9/2024).
Baca Juga: Seniman Badut di Tasikmalaya Berhasil Bikin Puluhan Anak Yatim Tersenyum Lepas
Agis menyebut, menjadi badut cilik selain untuk bertahan hidup bagi keluarga, juga bisa mendapat uang supaya bisa jajan di kantin sekolah.
Sementara itu, Heri, pedagang es kelapa muda di Kawali mengaku tidak ada yang menyangka badut yang suka mangkal di dekatnya seorang bocah yang masih duduk di bangku sekolah.
“Saya sendiri awalnya menyangka nya orang yang sudah dewasa. Mengetahui keberadaan yang sebenarnya setelah badut tersebut mau membeli es kelapa. Ketika dibuka tutup kepala nya ternyata bocah kecil dan mengaku masih sekolah,” kata Heri.
Menurut Heri, Agis rela menjadi seorang badut demi membantu ibunya yang sudah lama ditinggal suaminya yang telah meninggal dunia.
Heri mengaku merasa sedih ketika Agis membuka tutup kepalanya. Menurut Heri, Agis badut cilik itu termasuk anak yang rajin tapi sedikit pendiam.
“Setelah banyak orang yang mengetahui bahwa badut itu anak sekolah, setiap harinya Agis selalu mendapatkan uang. Bahkan setiap mau pulang banyak tukang ojek yang rela tidak dibayar untuk mengantarkannya,” pungkasnya. (Dji/R9/HR-Online/Editor-Dadang)