Salah satu jenis rumput yang menjadi pakan untuk ternak adalah rumput pakchong. Rumput ini memiliki keunggulan hasil panen yang tinggi, sehingga banyak petani yang budidaya rumput pakchong sebagai alat untuk mencari penghasilan.
Baca Juga: Budidaya Selada Merah, Tanaman Hidroponik yang Kaya Manfaat
Budidaya Rumput Pakchong dan Fakta Menariknya
Rumput Pakchong adalah jenis rumput hibrida yang merupakan dari persilangan antara Pennisetum Glaucum dan Pennisetum Purpureum (rumput gajah). Persilangan ini pertama kali dilakukan oleh Prof. Fr. Krailas, yang menanam rumput tersebut di daerah Pak Chong, Thailand.
Melihat potensi keuntungan dari budidaya rumput ini, masyarakat Thailand mulai mengembangkan dan mengembangbiakkan rumput pakchong secara lebih luas. Rumput ini terkenal karena kualitasnya yang baik dan hasil yang menguntungkan. Hal tersebut menjadikannya pilihan populer dalam agribisnis di Thailand.
1. Kandungan Nutrisi
Masyarakat yang mengembangbiakkan rumput pakchong menilai bahwa rumput ini memiliki kadar nutrisi yang lebih tinggi daripada jenis rumput lainnya. Rumput pakchong mengandung sekitar 16,45% protein yang lebih tinggi dari rumput Odot yang memiliki 11,6% protein dan rumput Taiwan yang mengandung 13% protein.
Bagi para peternak, pemilihan pakan dengan kandungan protein yang lebih tinggi sangat penting untuk memastikan nutrisi ternak terpenuhi dengan baik. Dengan memberikan rumput pakchong, ternak akan tumbuh lebih sehat dan gemuk. Terutama untuk sapi perah, rumput pakchong dapat membantu meningkatkan produksi susu karena kandungan nutrisinya yang lebih optimal.
2. Jumlah Kapasitas Produksi
Rumput Pakchong memiliki keunggulan signifikan dalam hal produktivitas, memproduksi sekitar 1.500 ton per hektar per tahun. Angka ini jauh lebih tinggi dari jenis rumput lainnya, menjadikannya pilihan yang sangat menarik untuk Anda budidayakan.
Kelebihan ini, bersama dengan kandungan nutrisinya yang tinggi, membuat rumput pakchong sangat diminati oleh para peternak dan masyarakat. Keunggulan dalam hal hasil produksi dan kualitas tanaman membuat budidaya rumput pakchong menjadi pilihan yang jelas dan menguntungkan.
3. Penghasil Pangan Ternak
Pada umumnya, secara saintifik pun rumput pakchong punya jenis spesies yang sama dengan rumput Taiwan dan India. Hanya saja pakchong lebih mampu menghasilkan rumput yang berguna untuk pakan ternak daripada jenis rumput yang lainnya.
4. Memiliki Ciri Khas
Petani memilih menanam rumput pakchong karena rumput jenis ini punya karakteristik tersendiri. Rumput pakchong bisa tumbuh hingga mencapai 9 tahun lamanya, dalam arti rumput ini memiliki umur yang lumayan panjang.
Selain itu, petani dapat panen di setiap 40 hingga 50 hari. Proses perawatan rumput ini juga mudah karena hanya menyiramnya satu kali seminggu saat musim kemarau. Rumput pakchong ini tidak memiliki duri, sehingga tingkat kesukaan ternak terhadap bahan pakan meningkat tinggi.
Cara Membudidayakan
Adapun cara budidaya rumput pakchong cukup[ mudah dan langkah yang tepat. Petani maupun peternak bisa mengikuti cara ini, termasuk pemula juga!
Baca Juga: Teknik Budidaya Tanaman Kakao dan Prospek Bisnisnya
1. Pilih Bibit
Langkah pertama adalah dengan memilih bibit. Masyarakat yang ingin menanam rumput ini bisa mencari di situs online atau toko offline yang menjual lengkap alat dan bahan pertanian. Pilih biji atau benih yang berkualitas baik. Sebagai catatan, pastikan bijinya tidak busuk sebab jika busuk, rumput ini sulit untuk tumbuh dan bisa mati.
2. Mempersiapkan Lahan
Langkah kedua adalah dengan melakukan penggemburan tanah. Masyarakat bisa mencangkulnya atau dengan menggunakan traktor sawah supaya kandungan hara di dalam tanah dapat merata. Selain itu, tambah pupuk sangkar guna menambah nutrisi yang ada pada tanah.
Anjuran waktu untuk mengolah lahan biasanya menjelang musim hujan atau di akhir musim kemarau. Bersihkan sisa-sisa tanaman sebelumnya di lingkungan sekitar lahan tanam. Berikan pupuk urea dengan rekomendasi dosis 500 kg/ha ketika tanaman telah mencapai usia 2 sampai 3 minggu.
3. Ideal Jarak Tanam
Pada budidaya rumput pakchong, jarak tanam menjadi salah satu aspek penting. Secara ideal, tumbuhan ini butuh jarak ukuran 30 x 50 cm, lalu tanam bibit dengan posisi miring 30 derajat supaya akar bisa tumbuh dengan mudah.
4. Menanam Rumput
Selanjutnya, masyarakat bisa mulai menanamnya. Menanam rumput pakchong ini dapat Anda lakukan pada segala musim. Rumput pakchong memiliki ukuran tumbuh hingga 5 meter tanpa adanya bulu atau duri halus di batang dan daunnya. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, rumput pakchong ini hanya memerlukan penyiraman satu kali dalam seminggu saat musim kemarau tiba.
5. Masa Panen
Petani dapat memanen rumput pakchong dengan hasil yang melimpah, mencapai sekitar 1.500 ton per hektar setiap tahunnya. Dengan hasil sebanyak itu, rumput pakchong dapat menjadi bahan pakan untuk kurang lebih 30 ekor ternak setiap tahun.
Rumput pakchong memerlukan lahan yang luas untuk budidaya, tetapi keunggulan lainnya adalah akarnya yang cukup dalam, memungkinkan tanaman ini dipanen hingga tiga kali dalam satu tahun. Proses budidayanya relatif mudah dan perawatannya tidak rumit.
Baca Juga: Cara Budidaya Bunga Krisan Potong, Bisa Jadi Ladang Cuan
Hal tersebut menjadikannya pilihan yang menguntungkan bagi petani dan peternak. Dengan kualitas dan produktivitas yang tinggi, budidaya rumput pakchong menawarkan peluang keuntungan yang signifikan baik untuk petani maupun peternak. (R10/HR-Online)