harapanrakyat.com – Pemkot memperkirakan hingga tahun ini ada sekitar 20 ribu rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kota Bandung, Jawa Barat. Puluhan ribu unit rutilahu tersebut tersebar di sejumlah wilayah.
Baca Juga : Tahun Ini, Pemerintah Kota Bandung Targetkan Perbaikan 1797 Rutilahu
Hal itu diungkapkan Kasi Pembangunan Perumahan, Bidang Perumahan, DPKP Kota Bandung, Rino Novian Subhan. Ia mengatakan, jumlah rutilahu ini mengalami peningkatan secara dinamis. Walau demikian, pihaknya belum mempunyai data keseluruhan.
“Jadi jumlah rutilahu di Kota Bandung pada 2022, ada 18.966 unit yang terdata di DPKP. Namun jumlahnya dinamis. Untuk tahun ini, kami memperkirakan mencapai 20 ribu unit,” ungkapnya, Selasa (20/8/2024).
Menurutnya lokasi rumah kumuh ini berada hampir di seluruh bantaran aliran sungai di Kota Bandung. Berdasarkan data pihaknya, penertiban rumah kumuh paling banyak dan sudah tertangani di kawasan Batununggal, dalam kurun waktu 2020-2023.
“Untuk penanganan rutilahu dan kawasan kumuh di Kota Bandung, kami lakukan dengan jangka pendek dan jangka menengah. Jangka pendek yakni bantuan perbaikan rutilahu untuk rumah milik di atas lahan milik sendiri. Lalu perbaikan infrastruktur, saluran drainase, jalan lingkungan, sarana air bersih, serta sanitasi,” ujarnya.
Baca Juga : Kodam III Siliwangi Bedah Rutilahu Warakawuri di Kota Banjar
Ia menuturkan, ada perbedaan antara rumah kumuh dan rutilahu. Rumah kumuh merupakan rutilahu yang berada di atas lahan bukan milik sendiri atau bangunan liar.
“Kalau rutilahu, berarti rumah yang tidak memenuhi syarat bangunan tapi berdiri di atas lahan milik sendiri,” katanya di Kota Bandung.
“Total rutilahu, tiap tahun ada kenaikan. Termasuk tahun ini. Pada 2023, hasil evaluasi penanganan kawasan kumuh teridentifikasi masih tersisa 315,337 hektare. Kami juga melakukan perbaikan rumah korban bencana, dari tahun 2023 penanganannya sekitar 1.400-an,” katanya menambahkan. (Rio/R13/HR Online/Editor-Ecep)