harapanrakyat.com,- Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) di wilayah Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, enggan membayar pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan atau PBB-P2. Alasannya, area sawah teknis (irigasi) wilayah tersebut tidak terairi sehingga tidak bisa melakukan aktivitas produksi.
Lurah Purwaharja Hendi Sumantri menyampaikan hal itu saat penen raya padi bersama Pj Wali Kota Banjar di area persawahan teknis wilayah Siluman Baru pada 27 Agustus 2024.
Hendi mengatakan, luas sawah teknis milik petani yang tidak teraliri air dari saluran irigasi sekitar 5 hektar. Petani tidak dapat mengolah sawah itu sejak 5 tahun.
Saluran irigasi yang mengarah ke area pesawahan teknis banyak yang bocor, air yang mengalir tidak sampai ke sawah petani.
Baca Juga: Pasokan Air Sawah Irigasi di Kota Banjar saat Impounding Leuwikeris Dipastikan Cukup
“Kendalanya banyak saluran air yang pada bocor terus airnya ngga sampai ke lokasi,” kata Hendi, Sabtu (31/8/2024).
Para petani biasanya mengandalkan air saluran irigasi dari Sungai Cijolang. Debit air sungai sebetulnya cukup tinggi, bisa mengairi area pesawahan. Namun saluran irigasi sekunder yang mengarah pada saluran cacing ke area pesawahan sebagian banyak yang bocor dan harus diperbaiki.
Saluran irigasi yang bocor sebagian masuk wilayah Banjar sebagian masuk Cisaga, Kabupaten Ciamis. Kendala lainnya karena lokasinya masuk wilayah perbatasan.
“Kalau irigasi yang wilayah Banjar sudah diperbaiki yang bocor-bocor tapi belum semua baru sebagian. Dinas PUTR juga sudah ada tindakan cuma kan belum maksimal mungkin karena kendala anggaran,” ujarnya.
Atas kondisi tersebut petani setempat tidak mau membayar pajak (PBB). Petugas pun menjadi sungkan ketika akan melakukan penarikan.
Adapun jumlah petani yang masih ke Kelompok Tani (Poktan) Santana 1 lebih dari 50 orang.
“Nah itu kendalanya. Itu tanah sawah kalau ngga tidak ditanami ngga mau bayar. Jadi bingung juga yang mau narik pajaknya karena alasan itu,” katanya.
Kata DKP3 Banjar Soal Sawah Teknis Tak Mendapat Pasokan Air
Sementara itu, Kepala DKP3 Kota Banjar, Yoyon Cuhyon melalui Kabid Pertanian, Yeti Sukmayati membenarkan adanya sawah teknis yang tidak teraliri air tersebut.
Menurutnya kondisi tersebut terjadi karena saluran irigasi sawah teknis ada yang mengalami kerusakan.
Meski begitu, ia memastikan saluran yang bocor sudah diperbaiki oleh instansi terkait yaitu Dinas PUTR. Namun ada kerusakan lagi di bagian yang lain.
“Iya sawah teknis. Karena salurannya rusak. Untuk yang rusak sudah diperbaiki oleh Dinas PU tapi di bagian yang lain ada yang bocor lagi jadi airnya tidak sampai,” katanya. (Muhlisin/R9/HR-Online/Editor-Banjar)