harapanrakyat.com,- Panen kopi di Desa Sukawening, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Selain dipicu oleh kenaikan harga kopi saat panen, pengelolaan lahan perkebunan kopi melibatkan banyak tenaga lokal.
Rian Gunawan Perangkat Desa Sukawening mengatakan, panen kopi tahun ini lebih bagus jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dari luas 32 hektar lahan, diperkirakan mendapat kurang lebih 33 ton kopi basah.
“Luas garapan 32 hektar lahan kopi tersebut digarap oleh 60 orang petani,” ungkap Rian Selasa (6/8/2024).
Adapun varietas kopi yang dikembangkan yaitu kopi robusta. “Alhamdulillah panen kopi pada tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan baik dari segi volume maupun harga,” katanya.
Baca juga: Harga Jual Biji Kopi Robusta Siap Giling Naik, Berkah Buat Petani di Cipaku Ciamis
Para petani lanjutnya, mendapat untung besar dari kenaikan harga kopi yang mencapai Rp 75.000/kg. Sebelumnya, harga kopi hanya tembus Rp 20.000- Rp 30.000 per kilogram-nya.
“Panen kopi melibatkan banyak tenaga kerja lokal sehingga memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Kepala Desa Sukawening Hendi Hermawan menambahkan, tanaman kopi merupakan salah satu komoditas unggulan di Desa Sukawening. Banyak masyarakat yang mengembangkan tanaman kopi dan hampir semua varietas kopi yang dikembangkan yaitu kopi jenis Robusta.
Kemudian lanjut Hendi, produksi kopi di Desa Sukawening sudah dikenal luas. Lantaran kopi Sukawening selama ini menjadi produk UMKM dampingan dari Bank Indonesia Tasikmalaya.
Kopi Sukawening telah mendapatkan berbagai sertifikat penting yang menunjukkan legalitas dan kualitasnya. “Produk kopi Desa Sukawening sudah ada nomor induk berusaha (NIB) Pangan industri rumah tangga, kemudian sudah mendapat sertifikat halal dan merek. Sehingga tidak hanya menambahkan kepercayaan konsumen, tetapi menimbulkan peluang pasar yang lebih luas dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” pungkas Hendi. (Edji/R8/HR Online/Editor Jujang)