Kandungan surat Al Hadid ayat 3 merupakan salah satu aspek penting yang perlu kita pahami sebagai umat Islam. Surat Al Hadid adalah surat ke-57 dalam Al Quran dan termasuk dalam kategori surat Madaniyah, yang turun di kota Madinah.
Surat ini terdiri dari 29 ayat dan turun setelah Surat Al-Zalzalah dan sebelum Surat Al-Mujadilah. Arti nama “Al Hadid” adalah “Besi,” yang merujuk pada lafadz “Al Hadid” yang terdapat dalam ayat ke-25.
Baca Juga: Kandungan Surat Al Baqarah Ayat 20 Lengkap dengan Hikmahnya
Surat Al Hadid, sebagai bagian dari pedoman hidup umat Islam, turun kepada Nabi Muhammad SAW dalam keadaan beliau tidak bisa membaca, namun Al Quran tetap memberikan petunjuk dan ilmu yang mendalam bagi umat Muslim.
Mempelajari Surat Al Hadid dan ayat-ayatnya dapat memperkaya pemahaman kita tentang ajaran Islam dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Kandungan Surat Al Hadid Ayat 3 dalam Al Quran
Sebagai manusia, kita sering kali merenung tentang awal dan akhir kehidupan kita, namun kita tidak dapat memprediksi hal tersebut dengan pasti. Jawaban terbaik mengenai kehidupan ini hanya diketahui oleh Allah SWT.
Al Quran memberikan petunjuk tentang hal ini, termasuk dalam Surat Al Hadid ayat 3. Dalam ayat tersebut, Allah mengingatkan manusia tentang pentingnya memahami bahwa hanya Dia yang mengetahui segala sesuatu, termasuk awal dan akhir kehidupan.
Perasaan was-was yang sering kita alami, serta keraguan yang timbul, adalah bagian dari tipu daya setan yang mencoba mengganggu keyakinan kita. Allah SWT memberikan petunjuk melalui Al Quran agar kita tetap teguh dalam iman dan selalu mengingat-Nya dalam setiap aspek kehidupan kita.
Pertanyaan seperti “Siapa yang menciptakan Allah?” sering muncul ketika kita mencoba memahami konsep Tuhan dalam kerangka berpikir manusia. Namun, untuk pertanyaan ini, jawaban yang tepat adalah bahwa Allah SWT tidak diciptakan. Allah adalah Zat yang Maha Esa dan tidak bergantung pada sesuatu yang lain.
Lafadz Surat
Untuk memahami kandungan Surat Al Hadid ayat 3 dengan lebih baik, mari kita lihat lafadz dari ayat tersebut:
“Huwal awwalu wal aakhiru waddhohiru wa albaatinu, wahywa bikulli syain ‘aliim.”
Terjemahan dari ayat ini adalah: “Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”
Penjelasan dari ayat ini adalah sebagai berikut:
- “Yang Awal”: Allah adalah asal mula segala sesuatu yang ada di alam semesta. Sebelum Allah, tidak ada apa-apa. Semua kehidupan dan ciptaan dimulai dari-Nya. Allah adalah yang pertama dalam segala hal, termasuk dalam penciptaan.
- “Yang Akhir”: Tidak ada sesuatu pun yang ada setelah Allah. Kehidupan manusia dan segala sesuatu akan kembali kepada-Nya pada akhirnya. Allah adalah tujuan akhir dari segala sesuatu.
- “Yang Zahir”: Ini berarti tidak ada yang lebih tinggi dari kekuasaan Allah. Allah tampak melalui ciptaan-Nya dan kekuasaan-Nya yang jelas.
- “Yang Batin”: Ini menunjukkan bahwa Allah juga mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi. Dia mengetahui segala aspek kehidupan yang tidak tampak oleh mata manusia.
Baca Juga: Kandungan Surat Shad Ayat 23 dan Hikmah Mempelajarinya
Dengan memahami makna dari lafadz ini, kita dapat lebih mendalami konsep ketuhanan dan kekuasaan Allah yang Maha Agung dalam konteks kehidupan kita dan seluruh alam semesta.
Allah Maha Segalanya
Dari penjelasan mengenai kandungan surat Al Hadid ayat 3, kita dapat menyimpulkan beberapa hal penting mengenai sifat dan kekuasaan Allah SWT:
1. Sifat Qiyamuhu Binafsihi
Allah adalah Zat yang berdiri sendiri dan tidak memerlukan bantuan dari siapa pun. Ini berarti Allah berdiri sendiri tanpa bergantung pada makhluk-Nya, dan tidak membutuhkan bantuan untuk menciptakan atau mengatur alam semesta.
2. Kekuasaan Allah
Allah menciptakan langit, bumi, manusia, tumbuhan, dan semua yang ada di alam semesta dengan kekuasaan-Nya yang mutlak. Segala sesuatu di dunia ini adalah ciptaan-Nya dan bergantung sepenuhnya pada-Nya.
3. Akal dan Usaha
Kandungan surat Al Hadid ayat 3 berikutnya ialah terkait akal dan usaha. Allah telah memberikan manusia akal untuk berpikir dan berusaha. Namun, segala usaha dan hasilnya adalah bagian dari takdir Allah.
Kita tidak boleh merasa memiliki atau sombong atas apa yang telah diberikan, seperti harta, keluarga, atau kehidupan itu sendiri. Semua ini adalah titipan dari Allah yang bisa diambil kapan saja sesuai kehendak-Nya.
4. Kehidupan dan Kematian
Kehidupan manusia di dunia adalah kesempatan untuk beribadah dan beramal baik. Kematian adalah bagian dari siklus kehidupan, dan pada akhirnya, kita akan kembali kepada Allah. Kehidupan setelah mati akan berada di surga atau neraka, tergantung pada amal perbuatan kita di dunia.
5. Pembelajaran dan Peringatan
Memahami makna Surat Al Hadid ayat 3 dapat menjadi pembelajaran dan peringatan untuk diri sendiri dan orang lain. Kita harus selalu ingat bahwa hidup di dunia ini adalah ujian dan kita harus menjalani hidup dengan penuh kesadaran akan tanggung jawab kita sebagai hamba Allah. Ibadah dan kebaikan harus menjadi prioritas utama agar kita bisa mendapatkan tempat yang baik di akhirat kelak.
Baca Juga: Tafsir Surat Nuh Ayat 28, Latin dan Terjemahannya
Kandungan surat Al Hadid ayat 3 mengajarkan kita tentang kekuasaan Allah yang mutlak dan pentingnya bersyukur, beribadah, serta menjalani hidup dengan penuh kesadaran akan ketergantungan kita kepada-Nya. (R10/HR-Online)