harapanrakyat.com,- Gunung Dukono di Halmahera, Maluku Utara, mengalami erupsi yang cukup besar secara tiba-tiba pada Senin (19/8/2024). Beruntung erupsi yang terjadi tidak sampai gunung tersebut meletus.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Meletus, Ingatkan Kita Tragedi Dasyatnya Letusan Tahun 1883
Gunung Dukono merupakan salah satu gunung berapi aktif yang sering kali dijadikan lokasi untuk wisata hiking oleh wisatawan lokal dan mancanegara.
Ketika erupsi besar terjadi secara tiba-tiba, saat itu banyak hikers atau pendaki yang posisinya tengah berada di puncak gunung.
Tentu saja hal itu membuat semua orang merinding dan berharap tidak ada korban jiwa dari para hikers tersebut.
Saat erupsi besar terjadi, para pendaki Gunung Dukono di Halmahera langsung melakukan penyelamatan diri secara darurat tanpa bantuan alat keselamatan apapun.
Mereka berjalan menuruni gunung secepat mungkin. Tidak ada bala bantuan yang datang menyelamatkan mereka yang kondisi jiwanya benar-benar sedang terancam.
Aksi penyelamatan diri tersebut memang sangat berbahaya, dengan berlari menuruni gunung yang memiliki ketinggian hingga 1.335 mdpl.
Hanya saja para pendaki tidak memiliki pilihan lain. Jika mereka tidak sesegera mungkin menuruni gunung, erupsi besar dari gunung justru jauh lebih berbahaya.
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Dukono di Halmahera tidak hanya dapat mengganggu paru-paru, tapi juga mata. Apalagi dengan suhu panas yang sangat tinggi yang bisa membuat kulit melepuh seketika.
Baca Juga: Pendaki Gunung Cikuray Garut Tewas Tersambar Petir
Gas serta abu vulkanik yang keluar dari gunung mengandung nitrogen, hidrogen sulfida, sulfur dioksida, karbon monoksida, dan karbon dioksida.
Semoga para hikers selamat dan tidak sampai ada korban, serta tidak mengalami trauma akibat dari kejadian yang sangat menegangkan tersebut.
Rentetan Letusan Gunung Dukuno di Halmahera
Salah satu letusan paling dahsyat dari Gunung Dukono terjadi pada 1550. Indeks skala vulkanik dari letusan tersebut mencapai angka 3. Jadi jarak maksimal letusan hanya sekitar ±3 sampai 15 kilometer.
Kendati demikian, lava dari Gunung Dukono bisa mengaliri selat yang ada di sekitarnya. Seperti selat di Pulau Halmahera hingga di lereng Utara Gunung Mamuya.
Sebelumnya, gunung berapi Dukono juga sempat mengalami letusan kecil berulang kali. Seperti pada tahun 1719, 1868, 1901, serta tahun 1993.
Baca Juga: Gunung Lembu Purwakarta, Tempat Wisata Pendaki dan yang Suka Camping
Sedangkan pada tanggal 19 Agustus 2024, Gunung Dukono di Halmahera ini mengalami erupsi yang cukup besar secara tiba-tiba, namun tidak sampai meletus. (Revi/R3/HR-Online/Editor: Eva)