Kamis, April 3, 2025
BerandaBerita TerbaruFungsi Koklea pada Telinga dan Proses Sistem Pendengaran

Fungsi Koklea pada Telinga dan Proses Sistem Pendengaran

Fungsi koklea pada telinga yakni sebagai penerjemah getaran atau gelombang suara sehingga dapat diinterpretasikan oleh otak. Telinga merupakan organ tubuh yang berfungsi sebagai indra pendengaran karena dapat memproses gelombang suara.

Baca Juga: Fungsi Tulang Hidung dan Gangguan yang Bisa Terjadi

Dalam struktur telinga, bagian yang berperan untuk mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik yaitu koklea. Koklea adalah bagian dari telinga bagian dalam yang memainkan peran sentral dalam proses pendengaran.

Fungsi Koklea Pada Telinga, Penerjemah Gelombang Suara

Telinga manusia terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian luar, tengah, dan dalam. Di mana setiap bagiannya memiliki fungsi tertentu. Koklea merupakan salah satu bagian pada organ pendengaran yang bentuknya melingkar spiral. 

Koklea ini terletak di bagian dalam telinga yang mengelilingi pusat tulang modiolus. Struktur dan bentuknya sangat mirip seperti cangkang siput, sehingga banyak yang menyebut koklea dengan rumah siput.

Koklea memiliki struktur yang sangat kompleks untuk menangkap gelombang suara yang berasal dari luar telinga. Struktur koklea yang menggulung seperti spiral memiliki panjang kurang lebih 10 milimeter. 

Pada permukaan koklea, terdapat sel-sel rambut tipis yang melapisi dan berfungsi untuk menangkap gelombang suara. Selain itu, terdapat sel saraf sensoris yang dapat menghubungkan koklea dengan otak manusia.

Bagian koklea terdiri dari beberapa ruang bernama vestibuli, koklear, dan timpani yang berisi cairan perilimfe dan endolimfe. Cairan tersebut membuat koklea dapat merasakan perubahan tekanan karena adanya getaran suara, lalu menghantarkannya ke organ corti. 

Organ corti berfungsi untuk menerima sinyal getaran yang berasal dari koklea. Maka dari itu, proses merubah gelombang suara menjadi sinyal listrik merupakan fungsi koklea pada telinga.

Koklea juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan manusia melalui sistem di organ pendengaran. Pada telinga bagian dalam yaitu vestibular terdapat reseptor yang mengatur keseimbangan tubuh. 

Keseimbangan ini diperoleh dari sel sensorik hingga saraf vestibulocochlear pada telinga bagian dalam yang menyalurkan ke otak.

Sistem Pendengaran Manusia

Proses dalam sistem pendengaran manusia melibatkan bagian-bagian pada organ telinga, termasuk koklea. Awalnya, gelombang suara masuk melalui saluran pada telinga bagian luar. Gelombang suara ini masuk menuju gendang telinga yaitu pada telinga bagian tengah.

Gendang telinga menerima gelombang suara dalam bentuk getaran dan menyalurkan ke tiga tulang kecil yang terletak di telinga bagian tengah. Kemudian getaran suara tersebut tersalurkan ke koklea dan membuat cairan dalam koklea menjadi bergetar.

Gelombang suara yang telah masuk kemudian berjalan secara terkendali karena adanya sel sensorik di membran basilar. Setelah itu, sel-sel rambut kecil pada koklea akan mendeteksi gelombang suara yang datang dan memisahkan dalam frekuensi yang berbeda-beda. 

Sehingga fungsi koklea pada telinga yaitu membantu mendeteksi tinggi rendahnya nada suara yang masuk. Selain mendeteksi frekuensi, koklea juga dapat memahami perbedaan tekanan gelombang suara yang masuk. 

Baca Juga: Tulang Rawan Telinga, Anatomi Penting pada Sistem Pendengaran

Sehingga menghasilkan intensitas sinyal listrik yang beragam berdasarkan perbedaan volume suara. Setelah koklea menghasilkan sinyal listrik, kemudian saraf pendengaran akan mengirimkan sinyal tersebut ke otak. 

Otak dapat menginterpretasikan sinyal sebagai suara atau perintah yang dapat dipahami oleh manusia.

Gangguan Sistem Pendengaran

Manusia dapat mendengar secara optimal bila telinga dan bagian-bagian dalamnya tidak mengalami gangguan. Namun, jika terdapat gangguan pada salah satu organ dalam telinga, maka dapat mempengaruhi sistem pendengaran manusia.

1. Gangguan Tuli

Kondisi tuli ini merupakan kondisi berkurang bahkan hilangnya pendengaran pada manusia. Terdapat beberapa faktor penyebab tuli, salah satunya karena terdapat kerusakan sel-sel rambut sebagai sensor pada koklea. 

Penyebab gangguan sensorineural tersebut bisa karena terkena paparan suara yang tinggi, atau juga bisa karena faktor usia dan genetik. Sehingga, gangguan tuli biasanya dialami oleh orang-orang yang sudah berusia lanjut.

2. Penyakit Neuroma Akustik

Penyakit ini merupakan jenis tumor jinak yang memengaruhi saraf vestibular, yaitu saraf yang menghubungkan telinga bagian dalam dengan otak. Gangguan pada saraf ini dapat menyebabkan berbagai gejala, termasuk pusing, telinga berdenging, dan kehilangan keseimbangan.

3. Penyakit Tinnitus

Penyakit ini muncul karena adanya gangguan pada koklea, yang mana faktor usia juga menjadi penyebab kerusakan bagian-bagian telinga. Gejala tinnitus yaitu seperti telinga mendengung di suatu kondisi yang bisa muncul di telinga kanan maupun telinga kiri.

Baca Juga: Fungsi Saraf Hipoglosus, Bantu Kontrol Pergerakan Lidah

Untuk mengatasi penyakit serius akibat kerusakan koklea, dokter spesialis THT akan merekomendasikan untuk menggunakan alat bantu koklea. Alat tersebut dapat bekerja layaknya fungsi koklea pada telinga yang dapat menyalurkan sinyal listrik ke otak. (R10/HR-Online)

Layanan libur lebaran

Permudah Urus Dokumen Kependudukan, Disdukcapil Ciamis Buka Layanan saat Libur Lebaran, Catat Waktunya!

harapanrakyat.com,- Permudah masyarakat urus dokumen, Disdukcapil Ciamis menggelar pelayanan khusus di luar jam kerja. Acara ini berlangsung Kamis (3/4/2025) malam. Pelayanan di luar jam kerja...
Wisata Tanjung Duriat

Momen Libur Lebaran 2025, Wisata Tanjung Duriat di Sumedang Diserbu Pengunjung

harapanrakyat.com,- Mengisi momen libur panjang lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah, ribuan wisatawan memadati wisata Tanjung Duriat yang berada di Pesisir Waduk Jatigede. Tempat ini...
Rainbow Slide Nalisa Cipanten di Majalengka

Menjajal Rainbow Slide Nalisa Cipanten yang Lagi Viral di Majalengka, Favorit Wisatawan saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Rainbow Slide di objek wisata Nalisa Cipanten, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat sedang viral dan menjadi buruan wisatawan. Luar biasanya, wahana Rainbow...
Kapan ASN Harus Masuk Kantor Usai Lebaran 2025? Ini Jawaban Wamendagri

Kapan ASN Harus Masuk Kantor Usai Lebaran 2025? Ini Jawaban Wamendagri

harapabrakyat.com,- Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) harus sudah masuk kantor pada Selasa tanggal 8 April 2025 seusai libur lebaran. Oleh karena itu, ASN tidak...
Pemudik di Stasiun Kota Banjar

Arus Balik Pemudik di Stasiun Kota Banjar Meningkat, Tiket Hingga H+7 Lebaran Ludes Terjual

harapanrakyat.com,- Memasuki H+3 lebaran Idul Fitri 1446 H situasi arus balik pemudik pengguna layanan kereta api Stasiun Kota Banjar, Jawa Barat, Kamis (3/3/2025). Tiket...
Pengunjung pantai di Cikalong Tasikmalaya

Pengunjung Pantai di Cikalong Tasikmalaya Membludak, Petugas Perketat Keamanan

Harapanrakyat.com - Pada masa libur Lebaran 1446 Hijriah, pengunjung pantai di Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, membludak, Kamis (3/4/2024). Lonjakan pengunjung ini mendorong...