harapanrakyat.com – Tawuran dua kelompok pelajar SMK terjadi di Jalan Raya Cimareme, Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (10/7/2024) malam. Dua kelompok pelajar tersebut berasal dari SMK Sukalarang Sukabumi dengan gabungan pelajar di Padalarang Bandung Barat. Polisi berhasil mengamankan 13 pelajar dari dua kelompok pelajar tersebut.
Baca Juga : Terekam CCTV, Dua Kelompok Remaja Diduga Geng Motor Terlibat Tawuran di Tasikmalaya
Kapolsek Padalarang, AKP Kusmawan menuturkan, saat terjadi tawuran dua kelompok pelajar itu, warga sekitar langsung membubarkan mereka. “Pada awalnya, kami menerima laporan dari warga setempat yang menyebutkan adanya tawuran pelajar. Anggota kami langsung menuju lokasi kejadian,” kata Kusmawan, Kamis (11/7/2024).
Kusmawan menjelaskan, awalnya terjadinya tawuran di Padalarang Bandung Barat itu saat kelompok pelajar asal Sukalarang menempuh perjalanan menuju Kota Bandung dengan menumpang sebuah truk.
“Ketika melintas terlihat oleh sekelompok remaja di Padalarang yang ketika kejadian sedang nongkrong. Kemudian pelajar yang berasal dari Padalarang mencegat truk itu dan terjadi keributan,” ujarnya.
“Kebetulan saat itu warga langsung membubarkan aksi mereka. Sebanyak 13 pelajar dari kelompok Sukalarang dan 3 orang pelajar dari Padalarang kami amankan. Jumlahnya lebih dari itu, namun setengahnya lagi kabur,” tuturnya menambahkan.
Baca Juga : Bentrokan Gangster di Duren Sawit, 4 Anggota Biang Rusuh Diringkus Polisi
Saat ini, kata ia, polisi sedang melakukan pemeriksaan dan pendataan para pelajar yang terlibat tawuran di Bandung Barat itu. Pihaknya masih melakukan pemeriksaan terkait motif tawuran tersebut.
Kusmawan melanjutkan, beberapa orang dari para pelajar tersebut di antaranya ada yang membekali diri dengan senjata tajam jenis celurit. Namun, saat ini pelakunya melarikan diri dan dalam pengejaran.
“Ada beberapa pelajar yang membawa senjata tajam, tapi mereka itu keburu melarikan diri. Tidak ada yang terluka akibat tawuran pelajar yang terjadi di Padalarang Bandung Barat itu. Saat ini sudah kita hubungi pihak sekolah dan orang tua mereka. Sementara kita berikan pembinaan terlebih dahulu agar ada efek jera,” ucapnya. (Juhaeri/R13/HR Online/Editor-Ecep)