Setelah menandatangani kontrak kerja dengan Persija Jakarta, Carlos Pena langsung dihadapkan pada beban besar bersama klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut.
Manajemen klub memasang target tinggi, yakni agar Persija bisa masuk dalam jajaran empat besar klasemen akhir Liga 1 2024/2025.
Carlos Pena menyadari betul tantangan tersebut dan bertekad untuk memberikan yang terbaik bagi Persija. Ia siap mencapai target empat besar yang diinginkan manajemen.
Namun, Pena meminta para fans dan manajemen klub untuk tidak menilai kinerjanya sekarang, melainkan setelah kontraknya dengan Persija berakhir.
Menurutnya, saat ini adalah waktu untuk mempercayai keputusan dan fokus pada pekerjaan guna mempersiapkan tim menjelang kompetisi Liga 1 2024/2025.
Keputusan manajemen untuk merekrut Carlos Pena sebagai pelatih Persija Jakarta memicu berbagai pandangan.
Hal ini didasari oleh track record Pena yang masih muda untuk menjadi pelatih kepala, dengan usianya baru menginjak 40 tahun. Selain itu juga, hanya memiliki dua musim pengalaman sebagai pelatih profesional.
Baca Juga: Alberto Rodriguez Ungkap Kunci Kemenangan Telak Persib Atas Madura United
Dalam dua musim tersebut, Carlos Pena pernah melatih FC Goa dan Ratchaburi FC dengan win rate sebesar 41 persen dari 58 laga.
Prestasi terbaiknya adalah ketika berhasil membawa Ratchaburi FC keluar dari zona degradasi dan finis di posisi keenam. Serta mencapai perempat final Piala Liga Thailand.
Carlos Pena menyadari bahwa banyak pihak yang mengkritik statistik tersebut ketika akan menukangi Persija Jakarta. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya tetap menghargai saran dan kritik yang datang kepadanya.
Dengan tekad kuat dan pengalaman yang dimilikinya, Carlos Pena optimis bisa membawa Persija Jakarta meraih posisi empat besar di Liga 1 2024/2025. Sekaligus, menjawab keraguan dan harapan dari semua pihak yang terlibat. (Revi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)