Tafsir Surat Nuh ayat 28 penting untuk kita ketahui. Surat Nuh termasuk dalam golongan surat Makkiyah. Disebut demikian karena wahyu ini turun ketika Nabi Muhammad SAW masih berada di Mekkah. Setelah Surat An-Nahl, Allah SWT menurunkan surat ini untuk mengisahkan perjuangan Nabi Nuh dalam berdakwah kepada kaumnya.
Sesuai dengan tema utamanya, surat ini pun bernama Surat Nuh. Dalam surat ini, kita dapat menemukan kisah inspiratif Nabi Nuh, serta hikmah yang terkandung di dalamnya.
Tafsir Surat Nuh Ayat 28 dalam Islam
Bunyi Surat Nuh ayat 28 adalah sebagai berikut:
Berikut ini beberapa tafsir dari Surat Nuh ayat ke 28 yang dapat menjadi materi pembelajaran kita sebagai umat Muslim:
Tafsir Kemenag RI
Setelah memohon kepada Allah SWT untuk menimpakan azab kepada kaumnya yang ingkar, Nabi Nuh AS kemudian memanjatkan doa yang penuh kasih sayang. Beliau memohon keselamatan bagi dirinya, kedua orang tuanya, dan seluruh umat yang beriman.
Dalam doa yang lain, Nabi Nuh AS juga meminta agar kesesatan kaumnya semakin bertambah. Sehingga mereka akan menerima balasan setimpal atas keingkaran mereka di hari akhir. Hal ini menunjukkan keteguhan iman Nabi Nuh AS meskipun menghadapi cobaan yang berat.
Tafsir Surat Nuh ayat 28 dari Al-Muyassar (Kementrian Agama Saudi Arabia)
Merasa putus asa karena dakwahnya tak membuahkan hasil, Nabi Nuh AS memohon kepada Allah SWT agar mengakhiri penderitaan kaumnya yang ingkar. Beliau berdoa agar tidak ada seorangpun dari mereka yang selamat dari azab Allah.
Nabi Nuh AS khawatir jika mereka dibiarkan hidup, mereka akan terus menyesatkan orang-orang beriman dan melahirkan generasi yang jauh lebih buruk. Dalam doanya, beliau juga memohon ampunan bagi dirinya, keluarganya, dan seluruh mukmin.
Tafsir Al-mokhtasar
Dengan nada penuh harap, Nabi Nuh AS memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa-dosanya. Beliau juga memanjatkan doa untuk kedua orang tuanya, serta seluruh orang yang beriman yang telah masuk ke rumahnya.
Nabi Nuh AS memohon agar Allah SWT memberikan rahmat dan ampunan kepada seluruh umat manusia yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan. Sementara itu, beliau meminta agar orang-orang yang terus-menerus berbuat dosa dan maksiat mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatan mereka.
Tafsir Ad-Dahhak
Tafsir Surat Nuh ayat 28 menurut Ad-Dahhak, istilah “rumahku” dalam doa Nabi Nuh AS dapat diartikan sebagai “masjidku”. Namun, penafsiran secara literal juga tidaklah salah, yaitu Nabi Nuh AS mendoakan keselamatan bagi setiap orang beriman yang datang ke rumahnya.
Hadis riwayat Imam Ahmad dan Imam Turmudzi memperkuat pemahaman kita tentang pentingnya bergaul dengan orang-orang beriman.
Doa Nabi Nuh AS mencakup seluruh orang beriman, baik laki-laki maupun perempuan. Ini menunjukkan keluasan kasih sayang dan keimanan beliau. Doa ini menjadi teladan bagi kita untuk senantiasa berdoa bagi sesama muslim.
Kata “tabaran” dalam ayat ini dapat berarti sebagai “kebinasaan” menurut As-Saddi, atau “kerugian” menurut Mujahid. Artinya, Allah SWT akan memberikan balasan yang setimpal bagi orang-orang zalim, baik dunia maupun akhirat.
Tafsir As-Sa’di
Tafsir Surat Nuh ayat 28 menurut as-Sa’di, Nabi Nuh AS secara khusus menyebut orang-orang yang masuk ke rumahnya dengan beriman untuk menegaskan hak dan kebaikan mereka. Beliau juga menjelaskan bahwa kata “tabaran” dalam ayat ini berarti kerugian, kehancuran, dan kebinasaan.
Tafsir Al-Jalalain
Penjelasan kata “rumahku” dalam tafsir al-Jalalain memiliki dua makna. Pertama, dapat berarti secara literal sebagai rumah tempat Nabi Nuh AS tinggal. Kedua, sebagai masjid sebagai tempat berkumpulnya orang-orang beriman.
Kedua penafsiran ini sama-sama menunjukkan bahwa Nabi Nuh AS mendoakan keselamatan bagi semua orang yang beriman dan berada di lingkungannya.
Makna Surat Nuh ayat 28 memberikan kita wawasan mendalam tentang kasih sayang, keimanan, dan keteguhan Nabi Nuh AS dalam berdakwah. Dari berbagai tafsir, kita memahami bahwa Nabi Nuh AS memohon keselamatan dan ampunan baginya, keluarganya, dan seluruh orang beriman, serta meminta balasan bagi orang-orang yang zalim.
Doa Beliau mencerminkan betapa pentingnya bermunajat dan kasih sayang antar sesama muslim. Tafsir Surat Nuh ayat 28 ini mengajarkan kita untuk senantiasa berdoa dan memohon rahmat bagi umat manusia yang beriman, serta memahami konsekuensi bagi mereka yang terus-menerus melakukan kezaliman. (R10/HR-Online)