Minggu, April 6, 2025
BerandaBerita CiamisMengulas Keunikan Batu Kolenjer di Astana Gede Kawali Ciamis, Ada Simbol Telapak...

Mengulas Keunikan Batu Kolenjer di Astana Gede Kawali Ciamis, Ada Simbol Telapak Tangan dan Kaki

harapanrakyat.com,- Batu Kolenjer atau Batu Tapak yang berada di Situs Astana Gede, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mempunyai keunikan tersendiri. Pada batu itu ada beberapa simbol yang dipahat dan juga ada dua telapak kaki serta satu telapak tangan sebelah kiri.

Tidak hanya itu, Batu Kolenjer atau batu tapak yang masuk dalam prasasti V Kawali ini juga ada garis-garis kotak. Jumlahnya 45 kotak, jadi seperti bentuk kalender.

Budayawan Kawali dan juga Petugas dari Dinas Pariwisata Ciamis, Enno mengatakan, Batu Kolenjer atau sebagian orang mengatakan batu tapak itu memiliki keunikan. Dalam batu ini adalah mungkin adanya beberapa simbol yang dipahat.

Baca Juga: Prasasti VI di Astana Gede Kawali Ciamis, Penekanan Larangan Berjudi Zaman Kerajaan Galuh

“Ada dua telapak kaki, satu telapak tangan kiri serta ada garis-garis berbentuk kotak sebanyak 45 kotak serta ada titik-titik di tengahnya,” ujarnya, Selasa (2/7/2024).

Menurut Enno, fungsi garis 45 kotak itu adalah perhitungan atau orang Sunda dahulu menyebutnya Panata Mangsa, jadi menentukan hari atau kalender.

“Kenapa 45? Apakah dulu satu bulan 45 hari?, artinya adalah orang Sunda dulu itu memakai dua perhitungan yakni Candra kala (bulan) dan sakakala (matahari). Jadi jumlahnya ada 45 kotak,” tuturnya.

Dua perhitungan ini yaitu fungsinya berbeda dan mereka sudah menentukannya. Adapun perhitungan matahari (sakakala) misalkan untuk pertanian, membuat rumah dan jalan.

Sedangkan kalau untuk perhitungan bulan (Candra kala) itu biasanya yang berhubungan dengan air, misalnya nelayan untuk mencari ikan musim ikannya, melihat arah bintang dan sebagainya.

“Mungkin yang paling tidak terasa oleh masyarakat sekarang, perhitungannya kayak gimana sih. Contoh kecilnya adalah masyarakat sekarang sebenarnya masih memakai perhitungan itu, tapi tidak sadar sumbernya dari mana,” ucapnya.

“Kalau masyarakat sekarang memakai perhitungan itu digunakannya kalau mau mengadakan pernikahan saja. Biasanya suka hitung dulu, hari baiknya kapan, itu hanya contoh kecilnya saja. Jadi masyarakat sekarang juga masih menggunakan perhitungan itu,” tambahnya.

Tapak Kaki dan Tangan di Batu Kolenjer Kawali Milik Siapa?

Enno menjelaskan, kalau untuk telapak kaki dan telapak tangan itu konon adalah bekas telapak kaki dan tangan itu adalah bekas dari Prabu Niskala Wastu Kencana.

Prabu Niskala Wastu Kancana yang dipahat itu telapak kaki dan kanan pada waktu umur 23 tahun saat penobatan raja.

“Jadi batu ini dibuat, bisa dibilang dibuat pada saat Prabu Niskala Wastu Kancana baru saja dinobatkan jadi Raja,” jelasnya.

Kenapa tidak dua-duanya telapak kanan, kata Enno, jadi tangan kanannya itu sedang menghitung ke kalender. Posisi sang Raja sedang jongkok dan tangan kiri menahan dan tangan kanannya sedang menghitung ke kalender.

“Filosofinya itu adalah bahwa setiap segala sesuatu kita harus menghitung dulu, berpikir, pertimbangkan dulu. Kalau kita akan berucap ke orang lain, jangan sembarangan mengucapkan,” ucapnya.

Enno menambahkan, dalam prasasti tersebut juga ada sedikit tulisan yaitu Anggana atau Ajnana yang artinya menyendiri. Jadi, selain untuk perhitungan, prasasti itu juga tempat raja untuk menyendiri.

“Menyendiri untuk apa, itu untuk menghitung untuk menjalankan pemerintahanya. Setiap raja itu, kalau ingin membuat suatu peraturan atau kebijakan mereka itu menyendiri disitu,” pungkasnya. (Ferry/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Kalahkan Korsel di Piala Asia U17, Ini Komentar Pelatih Timnas Indonesia

Kalahkan Korsel di Piala Asia U17, Ini Komentar Pelatih Timnas Indonesia

Timnas Indonesia menorehkan hasil memuaskan setelah kalahkan Korea Selatan (Korsel) di Piala Asia U17 2025. Pertandingan yang berlangsung di Prince Abdullah Al-Faisal Stadium, Jeddah,...
Sejarah Tebing Breksi Jogja, Berawal dari Tambang Biasa

Sejarah Tebing Breksi Jogja, Berawal dari Tambang Biasa

Tak banyak yang tahu bahwa sejarah Tebing Breksi Jogja menyimpan kisah menarik tentang transformasi luar biasa dari sebuah tambang menjadi destinasi wisata unggulan. Tak...
Rumah Semi Permanen di Cipaku Ciamis Ludes Terbakar Rata dengan Tanah

Rumah Semi Permanen di Cipaku Ciamis Ludes Terbakar Rata dengan Tanah

harapanrakyat.com,- Sebuah rumah semi permanen di Desa Selamanik, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat ludes terbakar. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Minggu (6/4/2025) sekitar...
Durian Hill Ciamis, Wisata Air yang Tawarkan Keindahan Pemandangan Gunung Sawal

Durian Hill Ciamis, Wisata Air yang Tawarkan Keindahan Pemandangan Gunung Sawal

Durian Hill Ciamis, objek wisata air dan kolam renang yang berada di kampung Sukamanah, Desa Sukawening, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kini menjadi destinasi...
Kegiatan Adu Bagong di Cigugur Pangandaran Dibubarkan Aparat Gabungan

Kegiatan Adu Bagong di Cigugur Pangandaran Dibubarkan Aparat Gabungan, Harga Tiketnya Fantastis

harapanrakyat.com,- Aparat gabungan membubarkan kegiatan adu bagong yang berlangsung di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (6/4/2025). Pasalnya, kegiatan tersebut tidak memiliki izin. Penyidik...
Infinix Note 50x, Waktunya HP 5G Makin Terjangkau

Infinix Note 50x, Waktunya HP 5G Makin Terjangkau

Infinix kembali menggebrak pasar ponsel kelas menengah dengan peluncuran Infinix Note 50x pada 27 Maret 2025 lalu. Sebagai model paling terjangkau dalam seri Note...