harapanrakyat.com – Sektor pariwisata Bandung Barat, Jawa Barat, menjadi penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pada 2023, sektor ini menyumbangkan PAD sebesar Rp 86 miliar. Jumlah tersebut hasil dari pajak hotel sebesar Rp 25 miliar, pajak restoran (Rp 56 miliar), dan pajak hiburan (Rp 5 miliar).
Baca Juga : Teras Sunda Cibiru Bandung, Spot Seni dan Budaya Jawa Barat
Pj Bupati Bandung Barat, Ade Zakir menjelaskan, hingga saat ini kontribusi dari PAD sektor pariwisata Bandung Barat lumayan besar. Itu karena industri pariwisata yang berkembang pesat dengan tersebarnya destinasi wisata baru yang beragam.
“Sektor pariwisata di Bandung Barat menjadi penyumbang PAD terbesar.Selain itu juga memberikan sebuah multiplier effect. Banyak UMKM, jasa transportasi, dan sektor ekonomi lainnya tumbuh di sekitar tempat wisata,” kata Ade, Jumat (19/7/2024).
Ade mengatakan, industri pariwisata ini dapat terus berkembang karena para pengusaha yang terus berinovasi. Manfaatnya, membuat para wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia tak pernah bosan datang kembali saat momen liburan atau libur panjang.
“Misalnya libur anak sekolah kemarin. Dari laporan yang saya terima, terdapat kenaikan kunjungan sekitar angka 10 persen daripada hari libur biasa. Karena itu, saya bersyukur jika industri pariwisata di Bandung Barat terus berkembang,” ucapnya.
Karena itu, menurut Ade, sektor pariwisata ini menjadi pilar penting pada pembangunan ekonomi. Sehingga pada akhirnya dapat mendorong pembangunan daerah dan membuka banyak lapangan pekerjaan di Bandung Barat.
Baca Juga : Teras Ciseupan Cimahi, Wisata Alam dan Kulineran Murah Meriah
Sektor Pariwisata Tumbuhkan Ekonomi Bandung Barat
Di Bandung Barat, kata Ade, terdapat 9 hotel bintang, sementara hotel non bintang seperti villa, guest house ataupun penginapan ada 333 tempat. Sementara untuk restoran dan rumah makan berjumlah 468 unit, dan untuk biro perjalanan wisata terdapat 25 tempat.
Sementara, hingga awal 2024 di Lembang terdapat 49 destinasi wisata, Parongpong (10 lokasi), Cisarua (20 lokasi), dan Padalarang (7 lokasi). Kemudian di Cipatat 8 lokasi, Ngamprah (3 lokasi), Rongga (20 lokasi), Sindangkerta (8 lokasi), Gununghalu (13 lokasi), Cililin (9 lokasi). Selanjutnya di Cikalongwetan 6 lokasi, Cipongkor (4 lokasi), Cipeundeuy (4 lokasi), Saguling (3 lokasi), dan Batujajar 1 lokasi wisata.
“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada para pelaku usaha pariwisata di Bandung Barat yang telah berkontribusi banyak. Bandung Barat ini tidak bisa jika dibangun hanya dengan mengandalkan pada pemerintah semata, tetapi harus melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ucapnya. (Juhaeri/R13/HR Online/Editor-Ecep)