harapanrakyat.com,- Bawaslu Kota Tasikmalaya mengungkapkan hasil pengawasan selama proses pencocokan dan penelitian (Coklit) KPU yang berakhir 24 Juli 2024 terdapat ribuan temuan.
Humas Bawaslu Kota Tasikmalaya Enceng Fuad Syukron mengatakan, ribuan temuan tersebut seperti pemilih yang sulit ditemui. Jumlah temuannya itu, mulai dari aspek tata cara prosedur dan akurasi data pemilih yang mana total temuannya secara keseluruhan 2.607.
“Fokus pengawas kami pada aspek tata cara mekanisme dan prosedur Coklit. Kemudian terkait aspek akurasi pemilih. Dari dua aspek ini nanti akan rinci, terkait beberapa hasil temuan kami di lapangan,” terangnya, Jumat (26/7/24).
Enceng mengungkapkan, jumlah temuannya antara lain terkait tata cara mekanisme dan prosedur coklit ada 8 item yang menjadi temuan.
Pihaknya, lanjut Enceng, menemukan yang tidak dicoklit karena petugas sulit menemui. Meskipun petugas sudah berkoordinasi dengan para RT maupun RW ada 26 data pemilih.
Temuan Bawaslu saat Coklit
Kemudian, ada juga yang stikernya itu dari RT/RW, karena salah satunya persoalan sulit menemui pemilih, namun petugas tetap mencoklitnya dengan menitipkan ke RT maupun RW yang mana jumlahnya sebanyak 107.
Tak hanya itu, pihaknya juga menemukan 43 kesalahan penulisan. Sedangkan stiker yang tidak ditempel ada 7.
“Ada juga yang tidak mencoklit model data pemilih dengan dokumen data kependudukan, jadi langsung ditulis di stiker tanpa melakukan pencocokan yang mana jumlah temuannya ada 20. Kesalahan penulisan pada data pemilih dan tanda pemilih coklit itu ada beberapa perbaikan data, atas dasar dari dokumen KTP elektronik di Kartu Keluarga ada 13 temuan,” ujarnya.
Enceng menambahkan, pihaknya juga menemukan ada 1 keluarga berbeda TPS yang mana total temuannya ada 4. Selain itu, ada juga pemilih yang belum dicoklit jumlah temuanya ada 1.
Sedangkan terkait aspek akurasi data pemilih, sambung Enceng, pihaknya menemukan 5 item, seperti adanya temuan pemilih potensial yang belum tercatat di DP4 ada 22.
“Kami menemukan juga pemilih yang tidak memenuhi syarat dengan kategori meninggal dunia jumlahnya 389. Terus kami masih menemukan data invalid di DP4 jumlahnya 719. Dari dasar akses pemilih ke TPS ini jumlahnya lumayan banyak, yakni 1.255, itu atas dasar akse jauh pemilih ke TPS. Bahkan ada 1 pemilih yang ganda,” katanya.
“Kalau yang aspek tata cara mekanisme prosedur ini 222 temuan. Kemudian aspek akurasi data secara keseluruhan 2.386. Maka dari 2 aspek tata cara prosedur dan akurasi data ini total secara keseluruhan 2.607,” ujarnya.
Maka dari itu, kata Enceng, sesuai dengan jadwal awal proses coklit yang berakhir pada 24, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan KPU. Bahkan, berdasarkan temuan tersebut PPK dan PPS sudah menindaklanjutinya dengan melakukan perbaikan. (Apip/R6/HR-Online)